Kualitas udara Jakarta terburuk ketujuh di dunia pada Jumat pagi

Kualitas udara Jakarta terburuk ketujuh di dunia pada Jumat pagi

  • Jumat, 2 Mei 2025 04:31 WIB
  • waktu baca 2 menit
Kualitas udara Jakarta terburuk ketujuh di dunia pada Jumat pagi
Ilustrasi Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU) di Jakarta. (ANTARA/DLH DKI Jakarta)

Jakarta saat ini memiliki 111 SPKU dari sebelumnya hanya 5 unit. Ke depan kita akan menambah jumlahnya agar bisa melakukan intervensi yang lebih cepat dan akurat

Jakarta (ANTARA) – Kualitas udara di DKI Jakarta, berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir menjadi yang terburuk ketujuh di dunia pada Jumat pagi.

Berdasarkan pantauan pada pukul 04.10 WIB, indeks kualitas udara (AQI) di Jakarta berada di angka 118 atau masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif dengan angka partikel halus (particulate matter/PM) 2.5.

Adapun kota dengan kualitas udara terburuk di dunia adalah Kota Kuwait, Kuwait dengan indeks kualitas udara di angka 349. Kemudian di urutan kedua diikuti Delhi, India di angka 170.

Selanjutnya di urutan ketiga diikuti Dhaka, Bangladesh di angka 156, lalu di urutan keempat ada Santiago de Chile, Cile di angka 152.

Diketahui, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta akan meniru kota-kota besar dunia seperti Paris dan Bangkok dalam menangani polusi udara.

“Belajar dari kota lain, Bangkok memiliki 1.000 Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU), Paris memiliki 400 SPKU. Jakarta saat ini memiliki 111 SPKU dari sebelumnya hanya 5 unit. Ke depan kita akan menambah jumlahnya agar bisa melakukan intervensi yang lebih cepat dan akurat,” kata Kepala DLH DKI Jakarta Asep Kuswanto di Jakarta, Selasa (18/3).

Ia menambahkan keterbukaan data menjadi langkah penting dalam memperbaiki kualitas udara secara sistematis.

Asep mengatakan penyampaian data polusi udara harus lebih terbuka agar intervensi bisa lebih efektif. Dia menilai yang dibutuhkan bukan hanya intervensi sesaat, tetapi langkah-langkah berkelanjutan dan luar biasa dalam menangani pencemaran udara.

DLH DKI Jakarta menargetkan penambahan 1.000 sensor kualitas udara berbiaya rendah (low-cost sensors) agar pemantauan lebih luas dan akurat.

Baca juga: Kualitas udara Jakarta masuk kategori sedang pada Jumat pagi

Baca juga: DLH DKI ajak warga Jakarta pantau kualitas udara lewat JAKI

Baca juga: Kualitas udara Jakarta masuk kategori sedang pada Kamis pagi

Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2025

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Kemlu RI: Pengiriman Pasukan TNI ke Gaza Ditunda

    Jakarta – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyampaikan rencana pengiriman prajurit TNI ke wilayah Gaza dalam menjalani misi perdamaian ditunda. Pembahasan mengenai Board of Peace (BoP) yang dicetuskan Presiden Amerika Serikat…

    Salat Id Muhammadiyah di Jalan Perintis Makassar, Jemaah Berdatangan di Tengah Hujan

    Jakarta – Jemaah Muhammadiyah menggelar salat Id di Gedung Dakwah, Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Terlihat jemaah berdatangan secara beriringan sejak pagi tadi. Pantauan detikSulsel, Jumat (20/3/2026), pelaksanaan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *