Sang Hyang Siksa Kandang Karesian masuk register Memory of the World

Sang Hyang Siksa Kandang Karesian masuk register Memory of the World

  • Senin, 14 April 2025 22:08 WIB
  • waktu baca 3 menit
Sang Hyang Siksa Kandang Karesian masuk register Memory of the World
Ilustrasi – Tampilan karya Hamzah Fansuri. (ANTARA/HO Perpusnas)

Jakarta (ANTARA) – Dewan Eksekutif Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) menetapkan naskah Sunda kuno Sang Hyang Siksa Kandang Karesian dan karya-karya Hamzah Fansuri sebagai bagian dari 74 nominasi register Memory of the World (MoW) periode 2024-2025 yang diusulkan oleh International Advisory Committee MoW UNESCO.

Menurut siaran pers Perpustakaan Nasional di Jakarta, Senin, penetapan 74 nominasi register MoW dilakukan dalam Sidang Dewan Eksekutif UNESCO ke-221 di Paris, Prancis, Jumat (11/4).

Naskah Sang Hyang Siksa Kandang Karesian yang kini disimpan di Perpustakaan Nasional dengan nomor registrasi L 630 itu merupakan naskah Sunda kuno dari abad ke-16.

Naskah Sang Hyang Siksa Kandang Karesian atau Ajaran Suci bagi Masyarakat dari Kalangan Resi dinilai memiliki signifikansi universal karena mengandung ajaran moral masyarakat Sunda yang menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran dan integritas.

Naskah yang ditulis tahun 1518 itu menggambarkan hubungan sosial, politik, dan ekonomi orang Sunda dengan bangsa lain pada abad ke-16.

Karya ini juga menyebutkan pentingnya peran juru bahasa asing yang disebut jurubasa darmamurcaya dalam upaya menjalin hubungan antarbangsa.

Kepala Perpustakaan Nasional E. Aminudin Aziz menyampaikan bahwa Perpustakaan Nasional Republik Indonesia mengajukan pemasukan naskah Sang Hyang Siksa Kandang Karesian dalam register internasional MoW dalam upaya nominasi tunggal.

Sedangkan pengajuan karya-karya Hamzah Fansuri dilakukan oleh Perpustakaan Nasional RI bersama Perpustakaan Negara Malaysia.

Baca juga: Ahli sejarah ungkap isi naskah Sunda kuno perihal perawatan anak

Baca juga: Perpusnas usulkan tiga naskah kuno jadi bagian Memory of the World

Hamzah Fansuri merupakan tokoh yang berkontribusi besar terhadap budaya dan pemikiran Melayu pada akhir abad ke-16. Karya-karyanya menjadi bagian dari warisan sejarah, ilmu pengetahuan, dan kesusastraan.

Dia memprakarsai penulisan akademis sistematis dalam bahasa Melayu dan termasuk orang pertama yang meletakkan dasar-dasar perdebatan ilmiah keagamaan di Malaysia dan Indonesia.

Selain itu, dia dianggap sebagai salah satu pelopor penggunaan bahasa Melayu dalam puisi dan prosa.

Karya-karya Hamzah Fansuri populer di Nusantara dan berpengaruh besar dalam perkembangan sastra Melayu sejak abad ke-17. Karya-karyanya disebut sebagai cikal bakal perkembangan sastra modern Indonesia dan Malaysia.

Terjemahan karya-karya Hamzah Fansuri dapat ditemukan di Aceh, Sumatera Utara, Minangkabau, Sumatera Selatan, Semenanjung Malaya, Riau dan Singapura, Jawa, hingga bagian wilayah Indonesia Timur seperti Bima dan Makassar.

“Saya berharap dengan ditetapkannya naskah Sang Hyang Siksa Kandang Karesian dan Karya-karya Hamzah Fansuri sebagai MoW, karya-karya tersebut dapat lebih dikenal oleh generasi masa kini dan mendatang,” kata Aminudin.

“Dengan demikian, para pemangku kepentingan perlu membuat program-program yang menjamin kelestarian dokumen serta melakukan upaya promosi dan menjamin pewarisan nilai-nilai di dalamnya,” ia menambahkan.

Selama periode 2024-2025, Pemerintah Indonesia mendaftarkan lima warisan dokumenter sebagai bagian dari Memory of the World. Dengan demikian, Indonesia total menambahkan 16 warisan dokumenter ke dalam register ingatan kolektif dunia.

​​​Baca juga: Hikayat Aceh masuk nominasi MoW

Baca juga: Perpustakaan Nasional simpan 10.000 naskah untuk MoW

Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2025

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    9 Kapolres Terima Tanda Kehormatan Satyalencana Wira Karya dari Prabowo

    Jakarta – Presiden Prabowo Subianto memberikan tanda kehormatan Bintang Jasa dan Satyalencana Wira Karya kepada Polri dan sejumlah tokoh masyarakat. Dari puluhan nama penerima penghargaan, 9 kapolres menerima tanda kehormatan…

    Prabowo: Perlu Sedikit Otoriter untuk Melawan Koruptor

    PRESIDEN Prabowo Subianto menyinggung sejumlah kelompok yang kerap menganggapnya sebagai pemimpin yang otoriter. Prabowo mengatakan anggapan itu berasal dari orang-orang yang acap kali mengeluh terhadap kinerja pemerintah. Menurut Prabowo, sifat otoriter…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *