Gunung Semeru erupsi tiga kali dengan letusan setinggi 400 meter

Gunung Semeru erupsi tiga kali dengan letusan setinggi 400 meter

  • Jumat, 28 Maret 2025 06:49 WIB
  • waktu baca 2 menit
Gunung Semeru erupsi tiga kali dengan letusan setinggi 400 meter
Gunung Semeru erupsi dengan letusan setinggi 400 meter di atas puncak pada Jumat (28/3/2025) pukul 05.48 WIB. ANTARA/HO-PVMBG

Lumajang, Jawa Timur (ANTARA) – Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) tercatat mengalami erupsi sebanyak tiga kali dengan letusan setinggi 400 meter di atas puncak pada Jumat pagi.

“Erupsi pertama terjadi pada pukul 02.31 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 400 meter di atas puncak atau 4.076 MDPL,” kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang.

Saat erupsi, kolom abu Semeru teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut. Erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 159 detik.

Kemudian pada pukul 04.32 WIB, gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang itu kembali erupsi, namun visual letusan tidak teramati. Erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 138 detik.

“Pada pukul 05.48 WIB Gunung Semeru erupsi lagi dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 400 meter di atas puncak atau dengan ketinggian 4.076 meter di atas permukaan laut,” tuturnya.

Menurut dia kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut. Erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 123 detik.

Sigit menjelaskan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi terkait dengan status waspada Gunung Semeru, yakni masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh delapan kilometer dari puncak (pusat erupsi).

Kemudian di luar jarak tersebut, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 kilometer dari puncak.

“Masyarakat juga tidak boleh beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar,” katanya.

Masyarakat juga perlu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar hujan di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Baca juga: Kemenpar jaga kepercayaan wisatawan terhadap TNBTS
Baca juga: Aktivitas Gunung Semeru masih didominasi gempa letusan

Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2025

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Pantau Huntara di Aceh Tamiang, Presiden Puji Sinergi Pemulihan Sumatra

    INFO TEMPO – Usai menunaikan salat Id di Masjid Darussalam, Aceh Tamiang, Sabtu, 21 Maret 2026, Presiden Prabowo Subianto menyempatkan diri menyapa warga lebih dekat dengan membagikan paket bantuan sembako.…

    Warga Kecewa Tak Bisa Mengobrol dengan Gubernur Jakarta

    PEMERINTAH Provinsi Jakarta menggelar open house atau gelar griya di Balai Kota Jakarta pada hari pertama Idul Fitri 1447 Hijriah, Sabtu, 21 Maret 2026. Warga memadati kantor Gubernur Jakarta itu beberapa jam…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *