BI sebut struktur utang luar negeri Indonesia masih sehat

BI sebut struktur utang luar negeri Indonesia masih sehat

  • Senin, 17 Maret 2025 18:37 WIB
  • waktu baca 2 menit
BI sebut struktur utang luar negeri Indonesia masih sehat
Iluatrasi – Logo Bank Indonesia (BI) di Jakarta. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/hp/aa.

Jakarta (ANTARA) – Bank Indonesia (BI) mengatakan struktur utang luar negeri Indonesia masih sehat, dengan rasio utang luar negeri terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 30,3 persen pada Januari 2025, turun dari 30,5 persen pada Desember 2024.

Selain itu, 84,7 persen dari total utang luar negeri merupakan utang jangka panjang, yang mencerminkan pengelolaan utang yang bijaksana.

“Pertumbuhan utang luar negeri ini dipengaruhi oleh sektor publik, yang terdiri dari utang pemerintah dan bank sentral,” ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso di Jakarta, Senin.

Utang luar negeri Indonesia tumbuh 5,1 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi 427,5 miliar dolar AS (1 dolar AS setara dengan Rp16.392) pada akhir Januari 2025, meningkat dari 4,2 persen (yoy) pada Desember 2024.

Bank Indonesia menegaskan kembali komitmennya untuk mengoptimalkan peran utang luar negeri dalam mendukung pembiayaan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, sembari terus berkoordinasi erat dengan pemerintah untuk memantau perkembangan utang luar negeri dan meminimalisasi risiko terhadap stabilitas ekonomi.

Utang luar negeri pemerintah meningkat 5,3 persen (yoy) menjadi 204,8 miliar dolar AS, meningkat dari pertumbuhan 3,3 persen (yoy) pada Desember 2024.

Peningkatan ini didorong oleh aliran masuk modal asing yang lebih tinggi untuk surat berharga negara (SBN) internasional yang menunjukkan kuatnya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia.

Sementara itu, utang luar negeri sektor swasta mencapai 194,4 miliar dolar AS, terkontraksi 1,7 persen (yoy), tingkat yang sama seperti pada Desember 2024.

Penurunan ini terutama disebabkan oleh kontraksi di sektor korporasi keuangan, yang mencatat kontraksi lebih dalam sebesar 2,3 persen (yoy) dibandingkan dengan kontraksi satu persen pada bulan sebelumnya.

Pewarta: Xinhua
Editor: Martha Herlinawati Simanjuntak
Copyright © ANTARA 2025

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    22 Ucapan Taqabbalallahu Minna Wa Minkum untuk Idul Fitri 2026

    Jakarta – Taqabbalallahu Minna Wa Minkum sering diucapkan saat perayaan Idul Fitri. Apa artinya? Dikutip dari situs Kementerian Agama (Kemenag) RI, arti Taqabbalallahu Minna Wa Minkum secara harfiah adalah ‘Semoga…

    12.500 Pemudik PLN Nikmati Mudik Ramah Lingkungan

    INFO TEMPO – Program Mudik Gratis BUMN 2026 resmi digelar dengan melibatkan berbagai perusahaan pelat merah, termasuk PT PLN (Persero) yang memberangkatkan sebanyak 12.500 pemudik dari berbagai kota di Indonesia.…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *