Menteri Kebudayaan bahas kuliner sebagai wujud ekspresi budaya

Menteri Kebudayaan bahas kuliner sebagai wujud ekspresi budaya

  • Minggu, 16 Maret 2025 13:37 WIB
  • waktu baca 2 menit
Menteri Kebudayaan bahas kuliner sebagai wujud ekspresi budaya
Menteri Kebudayaan Fadli Zon (pertama kiri) menyampaikan penjelasan dalam acara Diskusi Budaya Pangan Nusantara yang digelar di Kota Depok, Provinsi Jawa Barat, Sabtu (15/3/2025). (ANTARA/HO Kementerian Kebudayaan)

Jakarta (ANTARA) – Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan bahwa kuliner merupakan salah satu wujud ekspresi budaya, bagian dari tradisi lokal yang diwariskan secara turun temurun.

Dalam acara diskusi mengenai budaya pangan Nusantara yang dilaksanakan di Depok pada Sabtu (15/3), dia menyampaikan bahwa budaya pangan berkaitan erat dengan tradisi leluhur.

“Baik itu tanaman padi, jagung, palawija, dan lainnya, semuanya memiliki tradisi, upacara, ritual, serta doa-doa tertentu yang diwariskan turun-temurun,” katanya sebagaimana dikutip dalam siaran pers kementerian di Jakarta, Minggu.

Dia juga menyampaikan bahwa kuliner tradisional dan gastronomi merupakan bagian dari kekayaan warisan budaya bangsa.

“Contohnya rendang, yang memiliki 24 jenis berbeda di berbagai daerah. Tahun ini, pemerintah akan mendaftarkan tempe ke UNESCO sebagai warisan budaya tak-benda,” katanya.

Ia menambahkan, subak di Bali juga merupakan bagian warisan budaya pangan Nusantara. Sistem pengairan sawah tersebut sudah diakui sebagai bagian dari warisan budaya dunia.

Baca juga: Fadli Zon sebut persoalan pertanian tak bisa lepas dari budaya

Baca juga: Pemajuan kebudayaan dinilai berkaitan erat dengan ketahanan pangan

Dalam acara diskusi tentang budaya pangan, Menteri Kebudayaan mengemukakan pula pentingnya diversifikasi pangan dalam upaya mencapai swasembada pangan empat hingga lima tahun ke depan.

Ia menyebut sorgum sebagai salah satu alternatif tanaman pangan yang bisa dikembangkan untuk menambah ragam pasokan bahan pangan.

“Tanaman sorgum perlu dikembangkan karena bisa menggantikan nasi dan gandum, mendukung kemandirian pangan kita,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Depok Supian Suri mengemukakan rencana pemerintah kota untuk mengembangkan pertanian urban.

Menurut dia, Pemerintah Kota Depok menyiapkan lahan seluas tujuh hektare untuk menghadirkan hutan raya serta mendorong pengembangan pertanian di wilayah perkotaan.

Baca juga: BRIN dokumentasikan pengetahuan tradisional tentang budidaya uwi

Baca juga: Pemerintah gandeng warga dalam pelestarian warisan pangan Muarajambi

Pewarta: Abdu Faisal
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2025

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Pemerintah Kebut Pembangunan Huntap bagi Warga Terdampak Bencana Sumatera

    Jakarta – Pemerintah pusat terus berupaya mempercepat pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat yang rumahnya rusak berat atau hilang akibat bencana hidrometeorologi di wilayah Sumatera. Upaya ini dilakukan agar masyarakat…

    KM Anaya Terbakar di Laut Maluku, 5 ABK Luka Bakar

    Jakarta – KM Anaya terbakar di perairan laut Maluku. Sebanyak lima anak buah kapal (ABK) mengalami luka bakar. “Kantor Pencarian dan Pertolongan Manado mengerahkan tim rescue dalam operasi pencarian dan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *