Menteri P2MI: PMI ilegal didominasi perempuan

Menteri P2MI: PMI ilegal didominasi perempuan

  • Sabtu, 15 Maret 2025 02:26 WIB
  • waktu baca 2 menit
Menteri P2MI: PMI ilegal didominasi perempuan
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding. ANTARA/Azmi Samsul Maarif

Jadi memang pekerja kita yang ke luar negeri rata-rata perempuan

Tangerang (ANTARA) – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) Abdul Kadir Karding mengungkapkan bahwa sekitar 70 persen Pekerja Migran Indonesia (PMI) nonprosedural (ilegal) yang ada di negara Timur Tengah adalah perempuan.

“Jadi saya perlu sampaikan, yang prosedural saja ada 80 persen itu profilnya adalah domestic worker. Dari 80 persen itu, 70 persennya adalah perempuan,” kata Karding dalam konferensi pers di Tangerang, Banten, Sabtu.

Ia mengatakan, dari permasalahan yang terdapat pada pekerja migran di luar negeri mayoritasnya dialami oleh perempuan. Dimana, kelompok ini mendominasi dalam pemberangkatan pekerja secara ilegal.

“Jadi memang pekerja kita yang ke luar negeri rata-rata perempuan,” ucapnya.

Kendati demikian, dengan kondisi tersebut akan menjadi perhatian penuh oleh pemerintah dalam menangani dan mengatasi kasus-kasus pekerja migran ilegal.

“Jadi sekarang ini kementerian sedang profiling dan kita sudah berkoordinasi dengan polisi, BIN, TNI dan imigrasi. Kemarin kita sudah membentuk desk khusus perlindungan pekerja migran Indonesia dan TPPO,” ungkapnya.

Dalam hal ini, terdapat 1.206 PMI dilakukan deportasi atau pemulangan secara paksa oleh otoritas Arab Saudi. Dimana, pengembalian tersebut sudah sebanyak 545 orang sudah kembali.

“Sebelumnya ada 545 yang sudah sekitar seminggu yang lalu dan masih ada sekitar 468 orang dari seluruh total yang ada. Pemulangan khusus dari Jeddah ini ada 1.206 pekerja migran Indonesia,” kata dia.

Baca juga: KP2MI: 193 PMI dideportasi pemerintah Arab Saudi karena “overstay”

Baca juga: Kementerian P2MI-Kadin kerja sama penyiapan dan pemberdayaan PMI

Baca juga: Menteri P2MI lapor Presiden soal desk PMI hingga moratorium Arab Saudi

Pewarta: Azmi Syamsul Ma’arif
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2025

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Oknum ASN di Tuban Ditangkap Usai Viral Hajar 4 Pegawai SPBU

    Jakarta – Oknum aparatur sipil negara (ASN) di Kecamatan Parengan, Tuban berinisial J viral di media sosial lantaran aksinya menghajar pegawai SPBU. Kini J telah diamankan polisi. Informasi yang dihimpun,…

    Merry Riana Usai AHY Singgung Jadi Jurkam Partai: Saya Siap Belajar

    Jakarta – Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meminta motivator sekaligus penulis Merry Riana memjadi juru bicara hingga juru kampanye partai usai mendapat kartu tanda anggota. Merry mengaku siap…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *