Pakar: Asal mencampur RON 90 dan 95 berdampak negatif bagi kendaraan

Pakar: Asal mencampur RON 90 dan 95 berdampak negatif bagi kendaraan

  • Kamis, 27 Februari 2025 09:46 WIB
  • waktu baca 2 menit
Pakar: Asal mencampur RON 90 dan 95 berdampak negatif bagi kendaraan
Ilustrasi – Petugas melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) pada kendaraan konsumen di SPBU Pertamina, Bekasi, Jawa Barat. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/aww/am.

Jakarta (ANTARA) – Pakar Otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu mengungkapkan, mencampur secara sembarangan bahan bakar minyak dengan kandungan Research Octane Number (RON) yang berbeda dapat menimbulkan dampak negatif pada kendaraan dan lingkungan.

“Seperti mencampur RON 90 (Pertalite) dan RON 95 (Pertamax) dapat menimbulkan dampak negatif pada kendaraan dan lingkungan. Secara teknis pencampuran ini jelas dapat mengubah karakteristik pembakaran bahan bakar,” ujar Yannes kepada ANTARA di Jakarta, Kamis.

RON campuran, lanjut dia, merupakan rata-rata tertimbang dari kedua nilai oktan, tetapi sifat kimia dan aditif dalam bahan bakar tidak selalu bersifat linier saat dicampur. Bila hal ini dilakukan secara sembarangan maka berpotensi menyebabkan bunyi seperti ketukan pada mesin (knocking) atau detonasi yang merusak mesin terutama pada kendaraan berteknologi tinggi.

Lebih lanjut, penggunaan bahan bakar yang dioplos atau dicampur secara sembarangan ini menyebabkan ketidakstabilan pembakaran jika tidak sesuai kebutuhan mesin, meningkatkan risiko knocking pada mesin beroktan tinggi atau menurunkan efisiensi termal.

Baca juga: Kenali ciri BBM oplosan, waspadai kerusakan pada mesin kendaraan Anda

Baca juga: YLKI minta Dirjen Migas periksa ulang kualitas BBM Pertamina

“Selain itu, perbedaan karakteristik aditif antara kedua jenis bensin dapat memengaruhi kebersihan ruang bakar dan sistem injeksi. Jika dilakukan secara tidak tepat, pencampuran dapat merusak komponen mesin dan menurunkan performa kendaraan,” jelasnya lagi.

Sementara melihat dari sisi ekonomi, praktik mencampur RON 90 dengan RON 92 secara ilegal akan merugikan konsumen karena kualitas bahan bakar tidak terjamin, berpotensi meningkatkan biaya perawatan kendaraan dari yang seharusnya.

Dia pun menyarankan, pencampuran bahan bakar tidak direkomendasikan tanpa panduan teknis yang jelas.

Baca juga: Bahlil: “Blending” BBM tak menyalahi aturan selama “speknya” sesuai

Baca juga: Pertamina Patra Niaga salurkan BBM subsidi sesuai kuota pemerintah

Pewarta: Sinta Ambarwati
Editor: Zita Meirina
Copyright © ANTARA 2025

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Dukung Program Prabowo, Polres Bogor Bakal Renovasi 13 Rumah Tak Layak Huni

    Bogor – Polres Bogor melalukan realisasi program rumah ASRI atau bedah rumah tidak layak huni. Program tersebut selaras dengan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. “Langkah ini dilakukan guna memastikan inovasi…

    Menag: Perayaan Natal dan Imlek Jadi Bukti Kerukunan Indonesia Capai Puncak

    Jakarta – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menghadiri puncak perayaan Imlek Festival 2026 malam ini. Dia mengapresiasi kesuksesan seluruh rangkaian Perayaan Imlek Festival 2026. “Inilah Imlek pertama sepanjang sejarah Indonesia,…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *