Perusahaan China rampungkan normalisasi Sungai Terate di Banten

Perusahaan China rampungkan normalisasi Sungai Terate di Banten

  • Rabu, 19 Februari 2025 21:55 WIB
  • waktu baca 2 menit
Perusahaan China rampungkan normalisasi Sungai Terate di Banten
Normalisasi sungai penting dilakukan karena dapat mengurangi risiko banjir dan memperbaiki ekosistem sungai. (ANTARA/Xinhua).

Jakarta (ANTARA) – PT Shenhua Guohua Pembangkitan Jawa Bali (SGPJB), pemilik PLTU Jawa 7 yang didanai dan dikelola perusahaan China, baru-baru ini merampungkan proyek normalisasi Sungai Terate di Provinsi Banten setelah berkolaborasi dengan mitra-mitra di Indonesia dan bekerja keras selama sekitar 3 bulan.

Proyek normalisasi sungai tersebut dilakukan atas permintaan DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Serang, mengingat Sungai Terate terganggu oleh pertumbuhan tanaman air yang berlebihan di bagian hilirnya serta tersumbat lumpur, yang berdampak negatif terhadap perikanan para nelayan serta lingkungan hidup warga lokal.

Sejak Desember lalu, SGPJB bekerja sama dengan PT Wilmar untuk melakukan pengerukan dan normalisasi di sungai tersebut, yang dinyatakan rampung pada 18 Februari. Sebuah upacara penyelesaian digelar di Desa Terate, Kecamatan Kramatwatu, pada hari yang sama.

Sementara itu, Manajer Humas PT Wilmar Bambang Wisnumurthy menyampaikan bahwaselain sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan,kegiatan normalisasi Sungai Teratejuga merupakan bentukkepedulianperusahaannya dan SGPJB kepada masyarakat sekitar.

Mewakili Pemerintah Daerah setempat, Aris Habibi, Kepala Bidang Persampahan dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang, menyampaikan ucapan terima kasih dan memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi PT SGPJB dengan PT Wilmar dalam kegiatan normalisasi sungai.

“Semoga SGPJB dan Wilmar dapat bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk membentuk bank-bank sampah di sekitar Desa Terate sebagai upaya edukasi tentang pengelolaan sampah, sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat melaluicircular ekonomi.”

Pada acara tersebut, para penduduk desa dan nelayan pun menyatakan terima kasih mereka kepada perusahaan itu. Mereka juga menampilkan pertunjukan kesenian setempat. (ANTARA/Xinhua).

PT SGPJB merupakan perusahaan patungan antara China Energy Investment Group dan anak perusahaan dari PLN Group melalui PT PLN Nusantara Renewables (PLN NR).

Sebelumnya, perusahaan itu sudah beberapa kali meraih penghargaan pemerintah di berbagai tingkat di Indonesia karena selalu mengemban tanggung jawab sosial di samping berkontribusi pada perekonomian di tanah air.

Pada upacara tersebut, Manajer Umum PT SGPJB Lu Chengjun menyampaikan bahwa sejak fase pembangunan PLTU Jawa 7, manajemen perusahaan selalu mencermati dan berupaya melakukan yang terbaik untuk menjaga lingkungan di sekitar Jawa 7, termasuk melakukan normalisasi sungai.

Normalisasi sungai penting dilakukan karena dapat mengurangi risiko banjir dan memperbaiki ekosistem sungai.

“Pekerjaan ini tidak hanya bermanfaat bagi kelestarian lingkungan, namun juga mendukung keberlangsungan perekonomian para nelayan untuk jangka panjang,” katanya.

Pewarta: Xinhua
Editor: Hanni Sofia
Copyright © ANTARA 2025

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Bulan Syawal 2026 Sampai Tanggal Berapa? Ini Jadwal Pemerintah dan Muhammadiyah

    Jakarta – Tahun ini, ada perbedaan awal Syawal antara pemerintah dan Muhammadiyah. Hal ini juga berpengaruh pada akhir bulan Syawal 2026 versi pemerintah dan Muhammadiyah. Berdasarkan hasil sidang isbat, pemerintah…

    Sejumlah Pejabat Mulai Berdatangan ke Istana, Kapolri hingga Menkeu Purbaya

    Jakarta – Sejumlah pejabat mulai berdatangan ke Istana Merdeka, untuk halalbihalal bersama Presiden Prabowo Subianto. Mereka datang secara bergiliran masuk ke Istana. Pantauan detikcom, Sabtu (21/3/2026), para pejabat itu mulai…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *