Tim tanggap darurat evakuasi korban kapal tenggelam di Labuan Bajo

Tim tanggap darurat evakuasi korban kapal tenggelam di Labuan Bajo

  • Sabtu, 18 Januari 2025 21:55 WIB
Tim tanggap darurat evakuasi korban kapal tenggelam di Labuan Bajo
Suasana Tim tanggap darurat saat mengevakuasi para penumpang kapal KM Rahman yang tenggelam di perairan Labuan Bajo karena cuaca buruk. ANTARA/HO-KSOP Labuan Bajo

hingga saat ini tidak ada tumpahan BBM di laut

Labuan Bajo (ANTARA) – Tim tanggap darurat (emergency response team) melakukan evakuasi lima penumpang dari kapal KM Rahman yang tenggelam di perairan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kecelakaan kapal dinihari tadi,” kata Kepala Seksi Status Hukum dan Sertifikasi Kapal Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Labuan Bajo Slamet Pujianta di Labuan Bajo, Sabtu.

Tim tanggap darurat terdiri atas gabungan personel dari KSOP Labuan Bajo, Korpolairud Baharkam Polri, Ditpolairud Polda NTT dan Satpolairud Polres Manggarai Barat serta Basarnas.

KM Rahman yang membawa sebanyak 5.000 liter bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dari Labuan Bajo ke Pulau Rinca itu dilaporkan tenggelam tepat di perairan laut depan Hotel Jayakarta Labuan Bajo atau sekitar 2 mil dari pinggir pantai.

Slamet menjelaskan penyebab kecelakaan kapal itu karena karena cuaca buruk.

“Kapal dihantam ombak sehingga kemudi patah dan tidak berfungsi, kapal itu dihantam ombak serta angin menyebabkan kapal terbalik,” katanya.

Baca juga: Kapal tenggelam di perairan Karimun angkut pekerja migran ilegal

Baca juga: Basarnas Makassar evakuasi empat penumpang perahu Jolloro terbalik

Terkait BBM yang dibawa oleh KM Rahman, lanjut dia, KSOP Labuan Bajo telah melakukan patroli guna menemukan BBM yang disimpan dalam sejumlah drum dan jeriken.

Lebih lanjut KSOP Labuan Bajo juga telah mengeluarkan pemberitahuan kepada nakhoda kapal dan nelayan agar berhati-hati saat melintasi lokasi kecelakaan kapal KM Rahman, karena kemungkinan drum berisi solar masih mengapung di perairan laut itu.

“BBM dalam kondisi ditutup rapat dalam drum dan jeriken. Kami terus lakukan pemantauan, monitoring terhadap BBM tersebut sehingga kalau ditemukan akan kami amankan di darat, tapi hingga saat ini tidak ada tumpahan BBM di laut,” katanya.

Baca juga: Tim SAR evakuasi korban kapal terbalik di Selat Lintah Pulau Padar

Baca juga: Dua nelayan di Aceh diselamatkan setelah kapal terbalik dan karam

Baca juga: Tim SAR cari sembilan nelayan hilang akibat kapal terbalik di Bontang

Pewarta: Gecio Viana
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2025

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Jamal Rayyan, wajah pertama Al Jazeera, meninggal pada usia 73 tahun

    Presenter Palestina menyampaikan buletin pertama jaringan tersebut ketika mengudara pada tahun 1996. Presenter Al Jazeera Arab Jamal Rayyan, wajah pertama yang pernah dilihat di saluran tersebut ketika diluncurkan hampir tiga…

    Iran Tolak Dialog Bareng Trump: Tak Ada Pengalaman Baik Bicara dengan AS

    Washington – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut negaranya tidak tertarik untuk berdialog dengan Amerika Serikat (AS). Dia membantah pernyataan Presiden AS Donald Trump bahwa Teheran menginginkan kesepakatan untuk…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *