Tokoh Amerika Latin sebut kendali atas Terusan Panama tak dapat diubah

Tokoh Amerika Latin sebut kendali atas Terusan Panama tak dapat diubah

  • Kamis, 9 Januari 2025 05:05 WIB
Tokoh Amerika Latin sebut kendali atas Terusan Panama tak dapat diubah
Masyarakat berpartisipasi dalam upacara perayaan 25 tahun serah terima Terusan Panama yang digelar di Panama City, Panama, pada 31 Desember 2024. ANTARA/Xinhua/Chen Haoquan

Panama City (ANTARA) – Mantan menteri luar negeri (menlu) dari negara-negara Amerika Latin telah menyatakan dukungan terhadap kedaulatan Panama atas Terusan Panama.

Hal itu merupakan tanggapan terhadap komentar terbaru yang dilontarkan oleh presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump, yang mengisyaratkan kemungkinan untuk mengambil kembali kendali atas jalur air tersebut.

Dalam sebuah pernyataan bersama, para diplomat tertinggi tersebut menyatakan “dukungan penuh” terhadap rakyat dan pemerintah Republik Panama, dengan teguh menegaskan bahwa “kedaulatan dan kemerdekaan Panama atas Terusan Antarsamudra tersebut tidak dapat diganggu gugat.”

“Tidak dapat disangkal bahwa Republik Panama dan rakyatnya telah mengelola terusan ini secara bertanggung jawab, menjamin kontribusinya terhadap perdagangan maritim internasional dan pembangunan ekonomi global, yang merupakan simbol otonomi dan kebanggaan Amerika Latin,” imbuh para diplomat tersebut.

Sebuah kapal terlihat berlayar melalui pintu Miraflores di Terusan Panama menuju Samudra Pasifik di Panama City, Panama, pada 31 Desember 2024. ANTARA/Xinhua/Li Muzi

Perjanjian Torrijos-Carter, yang ditandatangani oleh AS dan Panama pada 1977, “menetapkan jadwal penyerahan terusan tersebut dan area-area di sekitarnya ke bawah kendali Panama,” menurut pernyataan tersebut.

Kesepakatan bersejarah ini, yang dicapai di bawah pengawasan komunitas internasional, merupakan hasil dari “perjuangan panjang dan tekad rakyat Panama, yang didukung oleh solidaritas internasional yang luas,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

Para individu yang menandatangani pernyataan tersebut meliputi lebih dari 20 mantan menlu dari Panama, Meksiko, Chile, Ekuador, Peru, Kosta Rika, Argentina, dan sejumlah negara lainnya.

“Kami menegaskan kembali solidaritas kami dengan Panama dan rakyatnya, mendukung pembelaan sah mereka terhadap kedaulatan atas aset strategis yang berharga ini,” pungkas mereka.

Pada pertengahan Desember, Trump mengemukakan ide untuk mengambil kembali kendali atas Terusan Panama jika Panama tidak menurunkan tarif untuk kapal-kapal AS yang melintasi jalur air tersebut.

Presiden Panama Jose Raul Mulino menepis ancaman Trump, dengan mengatakan bahwa “setiap meter persegi dari Terusan Panama dan area di sekitarnya adalah milik Panama, dan akan terus menjadi milik Panama.”

Pewarta: Xinhua
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2025

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Mensos ke Tenaga Didik Sekolah Rakyat Jatim: Bekerja dengan Sungguh-sungguh

    Jakarta – Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengajak para wali asrama dan wali asuh Sekolah Rakyat se-Jawa Timur untuk berikrar bekerja dengan sepenuh hati dalam mengasuh dan membimbing…

    Ramai di Sumbar, BRIN Jelaskan Kualitas Air Sinkhole Harus Diuji Dulu

    Jakarta – Kepala Pusat Riset Kebencanaan Geologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Adrin Tohari, buka suara terkait fenomena sinkhole atau lubang runtuhan tanah yang kerap terjadi di sejumlah wilayah…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *