BPBD Natuna catat sebanyak 146 Kejadian bencana pada 2024

BPBD Natuna catat sebanyak 146 Kejadian bencana pada 2024

  • Minggu, 29 Desember 2024 16:50 WIB
BPBD Natuna catat sebanyak 146 Kejadian bencana pada 2024
Arsip – Petugas BPBD Natuna Kepri saat memadamkan api yang membakar lahan. ANTARA/HO-Pemkab Natuna.

Jumlah tersebut lebih banyak dibanding 2023, yang tercatat sebanyak 91 kejadian

Natuna (ANTARA) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Natuna Kepulauan Riau mencatat hingga 28 Desember ada sebanyak 146 kejadian bencana di wilayah itu selama tahun 2024.

Kepala Pelaksana BPBD Natuna Raja Darmika saat dikonfirmasi dari Natuna Minggu, mengatakan bahwa jumlah tersebut lebih banyak dibanding 2023, yang tercatat sebanyak 91 kejadian.

“Kejadian bencana tahun ini lebih banyak daripada tahun sebelumnya,” katanya.

Menurut data yang mereka miliki, kebakaran lahan merupakan bencana yang paling banyak terjadi di 2024, dengan jumlah kejadian sebanyak 80 kali.

Kemudian disusul cuaca ekstrem dengan 50 kejadian, banjir 10 kejadian, kebakaran rumah tiga kejadian, abrasi dua kejadian, dan longsor satu kejadian.

Dari total tersebut, Kecamatan Bunguran Timur yang merupakan ibu kota Kabupaten Natuna, menjadi wilayah yang paling sering dilanda bencana, dengan total 81 kejadian, meliputi 55 kebakaran lahan, dua kebakaran rumah, tiga banjir, 20 cuaca ekstrem, dan satu longsor.

Menurut Raja Darmika, bencana yang telah terjadi harus menjadi pelajaran bagi semua pihak.

“Upaya pencegahan dan mitigasi bencana harus lebih gencar dilakukan, bukan hanya oleh BPBD, tetapi juga oleh seluruh masyarakat Natuna,” ujarnya.

Pada 2024, BPBD telah berupaya menyusun dan melaksanakan program kegiatan untuk meminimalisasi dampak bencana, salah satunya edukasi dan sosialisasi mengenai kesadaran bencana.

Edukasi dan sosialisasi ini diberikan kepada pelajar hingga masyarakat umum. Selain itu, BPBD juga meningkatkan kapasitas Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk menciptakan petugas yang lebih mumpuni dalam menjalankan tugasnya.

“BPBD memiliki layanan informasi rawan bencana, layanan pencegahan dan kesiapsiagaan, serta layanan penyelamatan dan evakuasi korban bencana,” katanya.

Pewarta: Muhamad Nurman
Editor: M. Tohamaksun
Copyright © ANTARA 2024

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Berita Terkini, Berita Hari Ini Indonesia dan Dunia | tempo.co

    Perspektif yang tajam dan ajek dari para ahli di banyak bidang. Edisi Pekan Ini Gegeran Pangan Gegeran Pangan Mengungkap yang tersembunyi dengan perspektif, argumen, dan data yang solid. Indikator 25…

    Apa Itu Rafflesia Hasseltii? Bunga Langka yang Ditemukan di Sumsel

    Jakarta – Rafflesia hasseltii kembali menjadi sorotan setelah ditemukan mekar di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan (Sumsel). Temuan ini menarik perhatian karena jenis tersebut termasuk bunga langka yang…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *