Museum Bahari siapkan acara pemutaran film di malam tahun baru

Museum Bahari siapkan acara pemutaran film di malam tahun baru

  • Minggu, 22 Desember 2024 12:05 WIB
Museum Bahari siapkan acara pemutaran film di malam tahun baru
Kepala Unit Pengelola (UP) Museum Kebaharian Jakarta, Mis’ari saat membuka pameran “Jejak 21” di Museum Bahari Jakarta, Kamis (5/12/2024). ANTARA/Lia Wanadriani Santosa

Jakarta (ANTARA) – Museum Bahari menyiapkan acara pemutaran film secara maraton di malam Tahun Baru 2025 sebagai pilihan bagi masyarakat untuk menghabiskan waktu bersama rekan-rekan mereka saat pergantian tahun.

“Kami kemas dalam acara 'Movie Screening Marathon'. Nonton film dari museum buka sampai tutup. Hanya bayar tiket museum,” ujar Kepala Unit Pengelola (UP) Museum Kebaharian Jakarta, Mis'ari di Jakarta, Minggu.

Mis'ari mengatakan Museum Bahari memiliki fasilitas bioskop yang diperuntukkan untuk masyarakat.

Adapun film-film yang nantinya ditayangkan sebagian merupakan karya pelajar SMA dan SMK di seluruh Indonesia, yang berpartisipasi dalam “Festival Film Pendek” tahun 2024.

Baca juga: “Membangun di Lahan Basah”, sebuah cerita dari pesisir utara Jakarta

Tahun ini, pengelola museum mengadakan festival film dengan tema “Bahari”.

“Acara (pemutaran film) diadakan 31 Desember-1 Januari 2025. Tak perlu mendaftar, tinggal datang. Bioskop jadi fasilitas untuk masyarakat. Kami punya fasilitas ruang bioskop,” kata dia.

Selain mengadakan acara pemutaran film, Pengelola Museum Bahari juga berencana menghiasi Jembatan Kota Intan, dengan lampu-lampu.

“Yang kami kelola juga Jembatan Kota Intan. Nanti atas dukungan Unit Pengelola Kotatua, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta, akan 'dilight-up' (dibuat menyala dengan cahaya lampu). Ada instalasi dengan lampu-lampu di sana,” ujar Mis'ari.

Baca juga: Beragam rekomendasi wisata libur akhir pekan ini di DKI Jakarta

Sementara itu, pengelola Museum Bahari saat ini masih mengadakan pameran bertajuk “Membangun di Lahan Basah: Dari Gudang Barat hingga Museum Bahari 1652-1977”.

Dalam pameran yang dibuka untuk umum sejak 7 Desember 2024 hingga 22 Juni 2025 itu, kurator Rifandi S. Nugroho mengajak pengujung menyelami hubungan historis antara air dan daratan dalam bentuk instalasi seni dan gambar-gambar.

Dia juga mengajak pengunjung menyelami warisan infrastruktur kolonial.

Sebagian besar diolah dari buku yang telah diterbitkan Museum Bahari dari hasil riset bersama Pusat Dokumentasi Arsitektur (PDA) berjudul “Westzijdsche Pakhuizen Batavia 1652-1977”, Dari Gudang Barat Hingga Museum Bahari”.

Baca juga: Seniman diajak terlibat dalam pameran di Museum Bahari Jakarta Utara

Dia kemudian mengelaborasi dengan rekaman ingatan warga setempat tentang kawasan itu di masa lalu dan kini.

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2024

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Korban Banjir di Pandeglang Keluhkan Logistik Menipis-Butuh Perlengkapan Bayi

    Jakarta – Korban banjir di Kecamatan Patia dan Pagelaran, Pandeglang, Banten mengeluhkan terkait stok logistik yang mulai menipis. Kondisi itu membuat warga khawatir. “Stok kebutuhan logistik pangan mulai menipis,” kata…

    Komdigi Ungkap Faktor Penyebab Kebocoran Data: Sistem Usang-Human Error

    Jakarta – Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Alexander Sabar menyampaikan, insiden kebocoran data dan serangan siber di Indonesia didominasi persoalan teknis yang mendasar. Persoalan teknis…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *