Menag tekankan jajarannya untuk tidak berperilaku koruptif

Menag tekankan jajarannya untuk tidak berperilaku koruptif

  • Selasa, 12 November 2024 22:03 WIB
Menag tekankan jajarannya untuk tidak berperilaku koruptif
Menteri Agama Nasaruddin Umar saat membuka Meeting Strategi dan Arah Kebijakan Kementerian Agama di Jakarta, Selasa (12/11/2024). ANTARA/HO-Kemenag

Jakarta (ANTARA) – Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan kepada jajarannya di lingkungan Kementerian Agama untuk tidak melakukan tindakan koruptif dan berjanji akan melakukan pembersihan dari segala praktik yang merugikan.

“Pak Presiden betul-betul berpesan, kalau ada orang-orang yang tidak benar di kantornya, saya beri mandat kepada kementerian. Menteri sepenuhnya harus melakukan pembersihan di kementeriannya. Jangan takut, saya di sampingnya,” ujar Nasaruddin Umar saat membuka Meeting Strategi dan Arah Kebijakan Kementerian Agama di Jakarta, Selasa.

Menag minta jajarannya untuk menghentikan segala bentuk tindakan koruptif dalam pelaksanaan anggaran. Sebagai teladan, Menag juga meminta jajarannya untuk tidak memberikan kepada dirinya sesuatu yang bukan menjadi haknya.

“Jangan memberikan kepada menteri apa yang bukan menjadi haknya,” kata dia.

Nasaruddin menegaskan bahwa membersihkan Kementerian Agama dari praktik koruptif menjadi komitmennya. Menag siap mempertaruhkan segalanya, apalagi tidak ada beban baginya untuk melakukan pembersihan.

“Kalau ada konsekuensi yang nanti muncul karena saya melakukan pembersihan, saya siap apapun risikonya,” kata dia.

Kepada jajaran Kanwil Kemenag Provinsi, Menag juga minta mereka tidak membiarkan pasangannya melakukan kegiatan yang bisa mengganggu kerja mereka dalam mengemban tugas negara.

Ia mencontohkan agar jangan sampai kegiatan istri pejabat Kemenag justru membebani negara, padahal itu bukan dalam rangka pelaksanaan tugas negara.

“Boleh kita berikan kegiatan DWP, tapi jangan sampai DWP merecoki tugas-tugas suaminya,” kata dia.

Pesan khusus juga Menag berikan kepada para staf khusus dan tenaga ahli agar tidak bermain proyek atau dalam promosi jabatan.

“Kami tidak ingin mendengarkan staf khusus atau tenaga ahli kami yang mendampingi kami itu membuka-buka lembaran-lembaran yang sifatnya angka-angka di kepegawaian,” ujarnya.

Baca juga: Menag paparkan dua tantangan yang dihadapi para tokoh agama
Baca juga: Menag tindaklanjuti arahan DPR soal pihak penyelenggara haji 2025

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2024

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

  • Related Posts

    Prabowo di 1 Abad NU: Kampung Haji hingga Klaim Jaga Rakyat

    PRESIDEN Prabowo Subianto menghadiri mujahadah kubro satu abad Nahdlatul Ulama atau NU di Stadion Gajayana, Kota Malang, pada Ahad, 8 Februari 2026. Selama 30 menit, Prabowo menyampaikan pidato di hadapan nahdliyin. …

    Top 3: Hasil Survei Kinerja Prabowo hingga Perpres AI

    TIGA berita di kanal Nasional menjadi terpopuler pada Minggu, 8 Februari 2026. Berita terpopuler pertama mengenai hasil survei tingkat kepuasaan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto  yang dilakukan oleh Lembaga survei Indikator Politik…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *