Manfaat karbohidrat untuk tubuh dan batas konsumsi dianjurkan

Manfaat karbohidrat untuk tubuh dan batas konsumsi dianjurkan

  • Rabu, 30 Oktober 2024 09:04 WIB
Manfaat karbohidrat untuk tubuh dan batas konsumsi dianjurkan
Ilustrasi Karbohidrat (ist) (/)

Jakarta (ANTARA) –

Karbohidrat merupakan zat gizi makro yang penting untuk kesehatan secara keseluruhan, dan penting untuk dipertimbangkan saat memutuskan berapa banyak karbohidrat yang akan dikonsumsi.
 
Ditulis laman Popsugar, Selasa (29/10), menurut ahli gizi Seema Shah, karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi tubuh, yang memberi tenaga bagi segala hal mulai dari otak hingga otot, saat tubuh memecahnya menjadi glukosa (gula), itu dapat digunakan sel-sel tubuh sebagai energi segera atau disimpan untuk digunakan nanti
 
Ini mencakup segala hal mulai dari tidur yang lebih baik hingga kesehatan mental dan usus yang lebih baik hingga peningkatan kinerja olahraga hingga hormon yang seimbang.
“Asupan karbohidrat sangat penting untuk kesehatan tiroid, seks, leptin, insulin, dan kadar hormon stres, serta kualitas tidur dan produksi serotonin,” jelasnya.
 
Shah menyarankan agar mengonsumsi sekitar 40 hingga 50 persen kalori harian mereka dari karbohidrat, atau sekitar 200 hingga 250 gram berdasarkan diet 2000 kalori.
 
Sebagai referensi, satu cangkir beras merah mengandung 45 gram, satu cangkir gandum mengandung 27 gram, dan satu cangkir quinoa mengandung 39 gram.
 
Meskipun demikian, banyak orang mungkin perlu mengonsumsi lebih banyak atau lebih sedikit dari kisaran rata-rata ini karena berbagai alasan, termasuk mengelola kondisi seperti PCOS atau diabetes tipe 2, atau jika mereka sedang pulih dari gangguan makan, jelas Shah.
 
“Wanita yang sedang menstruasi membutuhkan asupan karbohidrat yang cukup untuk mendukung produksi dan keseimbangan hormon seks yang sehat,” jelasnya.
 
Ia juga mencatat bahwa Anda akan membutuhkan lebih banyak kalori dan karbohidrat jika Anda hamil untuk mendukung peningkatan pengeluaran energi dan kebutuhan bayi Anda yang sedang tumbuh.
 
Sementara di sisi lain diet rendah karbohidrat mungkin tidak cocok untuk sebagian orang. Diet rendah karbohidrat dapat berbahaya dalam jangka panjang bagi wanita dan atlet, yang perlu mengonsumsi cukup karbohidrat untuk mendukung proses fisiologis mereka.
 
“Pada atlet wanita, diet rendah karbohidrat dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon yang menyebabkan menstruasi tidak teratur atau bahkan amenore — saat menstruasi Anda berhenti total. Hal ini kemudian dapat menyebabkan hilangnya kepadatan tulang, yang meningkatkan risiko patah tulang,” katanya.
 

Penerjemah: Fitra Ashari
Editor: Zita Meirina
Copyright © ANTARA 2024

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

  • Related Posts

    Dubes Iran Sebut Selat Hormuz Ditutup untuk Negara Bersekutu dengan Musuh

    Jakarta – Duta Besar Republik Islam Iran untuk RI, Mohammad Boroujerdi menegaskan bahwa Selat Hormuz tidak ditutup. Ia menyebut Selat Hormuz tetap dibuka untuk negara-negara yang mematuhi protokol lalu lintas…

    Patroli Ramadan di Puncak Bogor, Polisi Sita Puluhan Botol Miras

    Jakarta – Polisi menggelar patroli mencegah gangguan keamanan dan ketertiban di wilayah Megamendung, Bogor, Jawa Barat. Dalam patroli tersebut, polisi menyita puluhan botol minuman keras (miras). “Kepolisian berhasil mengamankan sebanyak…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *