SSDM Polri tambah almatsus psikologi rawat kesehatan mental polisi – RakyatPos.ID Network

Untuk memenuhi kebutuhan pemeriksaan kondisi tingkat stres dan emosi PNPP, Biro Psikologi akan menambah almatsus psikologi

Jakarta (RakyatPos.ID) – Biro Psikologi Staf Sumber Daya Manusia (SSDM) Polri berupaya merawat kesehatan psychological anggota polisi guna mencegah perilaku bunuh diri dengan menambah alat discipline cloth khusus (almatsus) psikolog.

Asisten Kapolri bidang Sumber Daya Manusia (As SDM) Irjen Pol. Dedi Prasetyo kepada RakyatPos.ID saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat, mengatakan penambahan almatsus psikolog ini untuk melakukan screening kondisi klinis Pegawai Negeri Pada Polri (PNPP) berupa heart rame variability (HRV) yang dapat mengukur tingkat stres dan emosi PNPP secara langsung (right time).

“Untuk memenuhi kebutuhan pemeriksaan kondisi tingkat stres dan emosi PNPP, Biro Psikologi akan menambah almatsus psikologi,” ujar Dedi.

Kesejahteraan psychological menjadi atensi SSDM Polri untuk mencegah perilaku bunuh diri anggota PNPP. Biro psikologi SSDM Polri sebagai pengemban fungsi perawatan dan pembinaan psikologi, mencatat sepanjang 2023 sampai dengan bulan ini, ada 15 orang personel Polri yang melakukan bunuh diri dan percobaan bunuh diri.

Dedi selaku pimpinan SSDM Polri berupaya mencari terobosan baru dan perubahan pola pembinaan psychological, kerohanian, pelayanan konseling psikologi yang baik, lewat kelompok diskusi terarah (FGD) yang digelar Rabu (7/6) kemarin.

Selain menambah jumlah almatsus psikologi, upaya lain yang dilakukan Biro SSDM Polri adalah melakukan pemenuhan konselor Polri.

Baca juga: Wakil Ketua MPR minta penguatan kesehatan jasmani-psychological generasi muda

Baca juga: BKKBN: Perhatikan kesehatan psychological dalam wujudkan penduduk berkualitas

“Caranya, kerja sama pelatihan konseling/watch konseling bersama ICITAP. Selanjutnya, akan disertifikasi LSP/BNSP dan dikukuhkan dengan surat keputusan kapolda,” tutur Dedi.

Upaya lainnya, lanjut jenderal bintang dua itu, yakni akan dilakukan rekrutmen bintara kompetensi khusus atau Bakomsus Psikologi dan Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS).

“Rekrutmen Bakomsus Psikologi dan SIPSS ini untuk mencukupi kebutuhan PNPP berkualifikasi psikologi atau psikolog. Sehingga terpenuhi hingga tingkat polres,” ucapnya.

Rekrutmen Bakomsus Psikologi dan SIPSS ini pun sejalan dengan dorongan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) untuk menyediakan psikolog untuk konseling di tiap-tiap kepolisian resor (Polres).

Langkah selanjutnya, kata Dedi, adalah memasukkan kurikulum konseling psikologi pada pendidikan pembentukan (Diktuk) dan pendidikan pengembangan (Dikbang) Polri.

“Kemudian, secara stuctured learning (upaya meningkatkan keterampilan) sudah ada Pendidikan Pengembangan Spesialis (Dikbanspes) Konselor yang di dalamnya mencakup materi konseling psikologi,” kata Dedi.

Pewarta: Laily Rahmawaty
Editor: Chandra Hamdani Noor
Sumber : A N T A R A

Redaksi Pos

Related Posts

Vietnam menyelenggarakan pemilihan umum, 93% kandidat berasal dari Partai Komunis yang berkuasa

Vietnam memilih anggota parlemen dari daftar kandidat ⁠hampir secara eksklusif dipilih oleh partai yang berkuasa. Para pemilih di Vietnam memberikan suara mereka untuk memilih anggota Majelis Nasional, badan legislatif tertinggi…

Trump meminta dunia untuk tetap membuka Selat Hormuz; 15 tewas di Isfahan Iran

Lewati tautanLewati ke Konten Hidup Menu navigasi berita Afrika Asia AS & Kanada Amerika Latin Eropa Asia Pasifik Timur Tengah Dijelaskan Pendapat Olahraga Video Fitur Ekonomi Hak Asasi Manusia Krisis…