Berlaku tak pantas, putra PM Jepang akan mundur sebagai sekretaris PM – RakyatPos.ID Network

Tokyo (RakyatPos.ID) – Putra Perdana Menteri Jepang akan mundur dari jabatan sebagai sekretaris ayahnya setelah foto-foto yang menunjukkan dia dan beberapa kerabatnya tampak berpura-pura mengadakan konferensi pers di kediaman resmi PM memicu keributan.

PM Jepang Fumio Kishida pada Senin mengatakan kepada wartawan bahwa putranya, Shotaro Kishida, akan mundur dari posisinya pada Kamis dan bahwa perubahan itu disebabkan oleh perilaku “tidak pantas” yang dilakukan di kediaman resminya.

Sebuah majalah mingguan pekan lalu menerbitkan foto-foto putra Kishida dan kerabatnya yang berpura-pura mengadakan konferensi pers di podium tempat PM biasanya berdiri.

“Perilakunya di ruang publik tidak pantas sebagai seorang yang memiliki posisi resmi sebagai pembantu politik. Saya sudah memutuskan untuk menggantinya sebagai pertanggungjawaban,” kata Kishida.

Pengungkapan itu terjadi di saat yang tidak tepat bagi Kishida, yang popularitasnya meningkat karena konferensi tingkat tinggi (KTT) Kelompok Tujuh (G7) di Hiroshima baru-baru ini, dan banyak dikritik oleh kelompok oposisi.

Seiji Osaka, legislator senior dari partai oposisi terbesar Jepang, Partai Demokratik Konstitusional Jepang, mengatakan pemecatan itu harusnya dilakukan lebih awal, menurut laporan kantor berita Kyodo.

“Sudah sangat terlambat. Saya curiga (Kishida) menunjuk seseorang yang tidak mampu (menjadi) pembantu perdana menteri,” kata Osaka seperti dikutip oleh Kyodo,

Sumber: Reuters

Baca juga: China peringatkan kehadiran PM Jepang di KTT NATO Baca juga: PM Jepang berencana hadiri KTT NATO pada Juli

Penerjemah: Raka Adji
Editor: Anton Santoso
Sumber : A N T A R A

RakyatPos.ID Networks

Post Views: 5

Redaksi Pos

Related Posts

Pengadilan Inggris akan memutuskan label 'teroris' Aksi Palestina: Apa yang kita ketahui

Pengadilan Banding Inggris diperkirakan akan memutuskan pada hari Senin apakah pemerintah Inggris benar dengan melarang kelompok aktivis Aksi Palestina sebagai organisasi “teroris”. Aksi secara Palestina resmi dilarang oleh Inggris pada…

Penandatanganan perjanjian AS-Iran tidak sesuai dengan jadwal Trump

Umpan Berita Presiden AS Donald Trump mengatakan nota kesepahaman dengan Iran yang mencakup gencatan senjata selama 60 hari dan pembukaan kembali Hormuz akan ditandatangani pada hari Minggu, meskipun acara tersebut…