Bahlil bahas peluang investasi baterai listrik dengan Menteri Inggris – RakyatPos.ID Network

Kami ingin mengundang investor dari luar untuk membangun industri di sini, produknya diekspor, dan lingkungan tetap dijaga

Jakarta (RakyatPos.ID) – Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia bertemu Menteri Negara Inggris pada Departemen Bisnis dan Perdagangan Nusrat Ghani di mana keduanya mendiskusikan peluang investasi hilirisasi di sektor mineral kritis dan pengembangan baterai listrik, serta tentang investasi energi baru terbarukan (EBT).

Pertemuan dilakukan di Kantor Kementerian Investasi di Jakarta, Rabu, didampingi Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste Owen Jenkins dan juga sejumlah pejabat Kementerian Investasi/BKPM.

“Kami ingin mengundang investor dari luar untuk membangun industri di sini, produknya diekspor, dan lingkungan tetap dijaga. Kami ingin menjelaskan hilirisasi yang menerapkan prinsip ramah lingkungan untuk mencapai get zero emission. Bagaimana kalau menggunakan teknologi dari Inggris? Kita kombinasikan dengan bahan baku dari Indonesia,” katanya dalam keterangan di Jakarta, Rabu.

Baca juga: RI-Inggris teken kerja sama optimalkan peluang investasi

Bahlil mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki potensi bahan baku yang sangat besar untuk mendukung industri baterai mobil listrik dan energi terbarukan.

Pemerintah Indonesia mendorong hilirisasi sumber daya mineral yang tetap mengedepankan konsep ramah lingkungan dan menuju penggunaan energi baru terbarukan.

Sementara itu, Menteri Negara Inggris pada Departemen Bisnis dan Perdagangan Nusrat Ghani menyambut baik ide Bahlil dan menyatakan kesiapannya untuk mencocokkan perusahaan Inggris yang dapat membantu Indonesia dalam hal hilirisasi. Selain itu, Inggris juga membutuhkan dukungan pada investasi di sektor pertambangan.

“Pemerintah Inggris ingin mendiversifikasi bahan baku sumber daya mineral kritis terutama yang digunakan untuk panel surya dan baterai mobil listrik. Kami mendukung kebijakan yang dilakukan oleh Indonesia dan kami siap membantu Indonesia dalam hal teknologi untuk mencapai goal get zero emission dengan memperhatikan standar lingkungan yang berlaku,” ungkap Nusrat.

Mineral kritis merupakan mineral masa depan yang dibutuhkan, mengikuti perkembangan teknologi untuk memperoleh energi yang lebih bersih. Mineral ini dapat digunakan pada kendaraan bermotor listrik maupun berbagai keperluan lain.

Pemerintah Indonesia maupun Inggris sepakat mendiskusikan lebih lanjut perihal kerja sama pemanfaatan teknologi baru untuk energi baru terbarukan dalam rangka pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Improvement Needs (SDGs) dan goal Nol Emisi Karbon/Uncover Zero Emission (NZE) oleh Indonesia.

Langkah-langkah ini tidak hanya memperkuat hubungan ekonomi antara Indonesia dan Inggris, tetapi juga memperkokoh posisi kedua negara di panggung world.

Berdasarkan catatan realisasi investasi Kementerian Investasi/BKPM tahun 2022 lalu, Inggris menempati peringkat 10 untuk negara asal Penanaman Modal Asing (PMA) dengan nilai mencapai 628,3 juta dolar AS.

Sektor utama investasi asal Inggris pada tahun 2022 adalah sektor tanaman, perkebunan, dan peternakan dengan nilai investasi sebesar 146,2 juta dolar AS atau sebesar 23,3 persen, diikuti oleh industri kertas dan percetakan, kemudian sektor jasa lainnya, sektor pertambangan, dan industri makanan.

Baca juga: Hadiri forum di London, Bahlil tawarkan kolaborasi investasi

Pewarta: Ade irma Junida
Editor: Ahmad Wijaya
RakyatPos.ID Community

Redaksi Pos

Related Posts

Ribuan orang di Paris memprotes tindakan militer di Iran, Lebanon dan Palestina

Umpan Berita Ribuan orang di Paris memprotes operasi militer di Timur Tengah. Salah satu dari lebih dari 85 protes terkoordinasi di seluruh Perancis. Unjuk rasa tersebut menentang operasi militer AS…

AS dan Tiongkok mengadakan pembicaraan perdagangan di Paris untuk membuka jalan bagi pertemuan puncak Trump-Xi

Dua negara dengan perekonomian terbesar di dunia ini sedang mencoba untuk mengatasi masalah perdagangan karena Presiden AS Donald Trump diperkirakan akan mengunjungi Tiongkok bulan ini. Para pejabat tinggi Amerika Serikat…