Biden undang pemimpin Jepang dan Korsel bertemu di Washington – RakyatPos.ID Network

Hiroshima (RakyatPos.ID) – Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengundang pemimpin Jepang dan Korea Selatan bertemu di Washington saat ketiga pemimpin bertemu di Hiroshima pada Minggu di sela-sela konferensi tingkat tinggi Kelompok Tujuh (KTT G7), kata seorang pejabat teras AS.

“Ketiga pemimpin membahas cara  meningkatkan kerja sama tiga pihak di antara mereka ke tingkat lebih tinggi,” termasuk koordinasi menghadapi ancaman nuklir dan rudal Korea Utara, kata Gedung Putih setelah pertemuan itu.

Secara khusus, ketiga pemimpin negara membahas upaya berbagi informasi mengenai peluncuran rudal Korea Utara, kata kantor berita Korea Selatan Yonhap.

Baca juga: Presiden berharap negosiasi Indonesia-EU CEPA selesai tahun depan

Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida dan Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol hari ini menggelar pertemuan bilateral.

Pertemuan ini adalah yang ketiga antara dua pemimpin itu tahun ini setelah Jepang dan Korea Selatan berusaha meningkatkan hubungan untuk menghadapi ancaman keamanan di kawasan.

Biden memuji Kishida dan Yoon atas “kerja berani dalam meningkatkan hubungan bilateralnya” dan menyebut kemitraan tiga pihak antara ketiga negara semakin semakin karena upaya Kishida dan Yoon, kata Gedung Putih.

Baca juga: Quad inginkan kawasan bebas intimidasi dan paksaan

Sumber: Reuters

Penerjemah: Raka Adji
Editor: Jafar M Sidik
RakyatPos.ID Community

Post Views: 3

Redaksi Pos

Related Posts

Vietnam menyelenggarakan pemilihan umum, 93% kandidat berasal dari Partai Komunis yang berkuasa

Vietnam memilih anggota parlemen dari daftar kandidat ⁠hampir secara eksklusif dipilih oleh partai yang berkuasa. Para pemilih di Vietnam memberikan suara mereka untuk memilih anggota Majelis Nasional, badan legislatif tertinggi…

Trump meminta dunia untuk tetap membuka Selat Hormuz; 15 tewas di Isfahan Iran

Lewati tautanLewati ke Konten Hidup Menu navigasi berita Afrika Asia AS & Kanada Amerika Latin Eropa Asia Pasifik Timur Tengah Dijelaskan Pendapat Olahraga Video Fitur Ekonomi Hak Asasi Manusia Krisis…