Anwar bahas isi perubahan iklim dengan John Kerry via telepon – RakyatPos.ID Network

Kuala Lumpur (RakyatPos.ID) – Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim membahas sejumlah isu berkaitan lingkungan dengan Utusan Khusus Presiden Amerika Serikat soal Iklim John Kerry.

“Kami bicara pelbagai isu berkaitan alam sekitar, tenaga baru terbarukan dan perubahan iklim yang kian meruncing dan memiliki dampak yang mengerikan di seluruh dunia,” kata Anwar di akun media sosialnya diakses di Kuala Lumpur, Sabtu.

Ia mengatakan juga membagikan aspirasi Malaysia untuk mencapai nol emisi Gas Rumah Kaca (GRK) paling cepat tahun 2050.

Anwar menekankan bahwa Amerika Serikat (AS) sebagai salah satu negara maju wajar menjadi pemimpin dalam membatasi perubahan iklim dan dampaknya terhadap lingkungan dan kesehatan manusia.

Langkah itu, menurut dia, dapat AS lakukan dengan menyediakan bantuan keuangan, dukungan kapasitas dan teknologi yang mencukupi untuk membantu negara membangun, melaksanakan agenda dan tindakan iklim masing-masing.

“Saya turut menyampaikan harapan Malaysia untuk terus bekerjasama dengan Amerika Serikat dalam peralihan tenaga baru terbarukan, pengurangan pelepasan gas metan, pembiayaan iklim dan teknologi,” ujar Anwar.

Berdasarkan catatan UNDP, Malaysia menyumbang 0,8 persen emisi GRK dunia. Dalam revisi Nationally Positive Contribution (NDC) Juli 2021, Malaysia meningkatkan ambisi mitigasi dengan intention tanpa syarat untuk memotong intensitas karbon terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 45 persen pada 2030 dibandingkan dengan tingkat tahun 2005.

Revisi NDC tersebut juga bertambah mencakup tujuh jenis gas rumah kaca dibandingkan NDC pertamanya yang hanya mencantumkan tiga jenis gas rumah kaca. Mereka juga menambahkan komponen adaptasi, khususnya dengan fokus melindungi keanekaragaman hayati.

Selain juga mengarusutamakan ketahanan iklim ke dalam perencanaan kawasan urban. Rencana adaptasi nasional dan peta jalan NDC akan dikembangkan untuk membantu mencapai intention NDC tersebut.

Baca juga: AS perkuat kemampuan Indonesia dan Malaysia cegah bioterorisme Baca juga: AS umumkan bantuan COVID-19 ke Malaysia Rp11,3 miliar

Baca juga: Malaysia kirim balik sampah plastik dari AS di bawah aturan baru PBB

Pewarta: Virna P Setyorini
Editor: Atman Ahdiat
RakyatPos.ID Network

Redaksi Pos

Related Posts

Afrika Selatan akan mendeportasi putra Robert Mugabe karena pelanggaran senjata api

Bellarmine Mugabe juga menyumbangkan $36.000. Seorang hakim telah memerintahkan agar putra bungsu mendiang Presiden Zimbabwe Robert Mugabe segera dideportasi dari Afrika Selatan setelah mengaku bersalah atas dua pelanggaran awal bulan…

Fed AS mempertahankan suku bunga stabil dalam pertemuan terakhir Powell sebagai ketua Fed

Bank sentral mempertahankan suku bunga stabil pada 3,5-3,75 persen di tengah kekhawatiran inflasi dan tekanan ekonomi global. Federal Reserve Amerika Serikat mempertahankan suku bunga stabil pada 3,5 hingga 3,75 persen…