Laporan perkirakan 10 miliar lebih kedatangan wisatawan global di 2023 – RakyatPos.ID Network

Changsha (RakyatPos.ID) – Jumlah kedatangan wisatawan internasional diperkirakan akan mencapai 10,78 miliar, atau sebanyak 74,4 persen dari tingkat kedatangan tahun 2019, menurut Laporan Tren Ekonomi Pariwisata Dunia 2023 yang diterbitkan pada Rabu (10/5).

Pada 2023, pendapatan pariwisata global akan mencapai 5 triliun dolar AS (1 dolar AS = Rp14.746), pulih hingga 86,2 persen dari pendapatan pariwisata tahun 2019, papar laporan yang dirilis bersama oleh pusat penelitian pariwisata Akademi Ilmu Sosial China (Chinese Academy of Social Sciences/CASS) dan Federasi Kota Pariwisata Dunia (World Tourism Cities Federation).

Jumlah kunjungan wisatawan global 2022 mencapai 9,57 miliar, dan pendapatan pariwisata global tahun lalu mencapai 4,6 triliun dolar AS, kata laporan itu.

“Ekonomi pariwisata global terus menunjukkan pemulihan stabil, dan industri pariwisata global akan memiliki masa depan yang lebih cerah,” kata Tune Rui, direktur di pusat penelitian pariwisata CASS.

“Namun, kita juga harus melihat bahwa pemulihan pariwisata terletak pada perkembangan ekonomi makro global, dan ketidakpastian ekonomi global masih akan memengaruhi prospek pariwisata,” tutur Tune, menambahkan.

Laporan tahunan itu pertama kali diluncurkan pada 2016, yang bertujuan memberikan analisis mendalam terkait industri pariwisata untuk memberikan prediksi ilmiah dan saran berharga tentang perkembangan pariwisata global.

Pewarta: Xinhua
Editor: M Razi Rahman
RakyatPos.ID Community

Put up Views: 1

Redaksi Pos

Related Posts

Ukraina menargetkan pipa Druzhba untuk memutus pengaruh minyak Rusia di UE

Bagi banyak warga Ukraina dan Eropa, memberikan pinjaman Uni Eropa sebesar 90 miliar euro ($105 miliar) kepada Ukraina pada tanggal 23 April merupakan sebuah kemenangan yang pahit karena negara tersebut…

'Sangat terekspos': Bagaimana perang Iran menghantam Inggris

London, Inggris – Berita utama baru-baru ini dari surat kabar Inggris membahas berbagai bidang ketegangan di Inggris akibat perang Amerika Serikat-Israel terhadap Iran: malapetaka ekonomi, terjadinya politik, dan kekhawatiran mengenai…