Pesawat patroli Polandia nyaris bertabrakan dengan jet Rusia – RakyatPos.ID Network

Kita bisa melihat bahwa Rusia berusaha menarik perhatian internasional dengan provokasi seperti itu,

Warsawa (RakyatPos.ID) – Sebuah pesawat penjaga perbatasan Polandia nyaris bertabrakan dengan sebuah jet tempur Rusia pada Jumat, menurut otoritas Romania dan Polandia.

Saat insiden terjadi, pesawat Polandia itu sedang berpatroli untuk Frontex– badan perbatasan Uni Eropa–di atas Laut Hitam di dekat Romania.

Jet Su-35 milik Rusia itu melakukan “manuver yang agresif dan berbahaya” saat mendekati pesawat Polandia itu tanpa menjaga jarak aman.

Akibatnya, pilot pesawat perbatasan tersebut mengalami turbulensi, kehilangan ketinggian, dan sempat kehilangan kendali, kata juru bicara penjaga perbatasan Anna Michalska di Twitter.

“Jet Rusia itu melesat persis di depan hidung pesawat Polandia, menempuh lintasannya pada jarak berbahaya, yang diperkirakan oleh awak sekitar lima meter,” kata dia.

Setelah tiga kali mendekat, jet Rusia tersebut pergi, kata Michalska, menambahkan.

Insiden itu terjadi di wilayah udara internasional.
Baca juga: Sekolah kedutaan disita Polandia, Rusia janji akan merespons keras

Kementerian Pertahanan Romania mengatakan lewat rilis pers bahwa perilaku jet Rusia itu benar-benar tak dapat diterima.

“Insiden ini menjadi bukti baru dari pendekatan Federasi Rusia yang provokatif di Laut Hitam,” kata kementerian itu.

Dua jet tempur milik Angkatan Udara Romania dan dua dari AU Spanyol dalam misi Polisi Udara disiagakan oleh Pusat Operasi Udara Gabungan NATO di Torrejon, Spanyol.

Meskipun empat pesawat itu siap melakukan intervensi kapan saja, intervensi mereka terbukti tidak diperlukan, kata Kemhan Romania.
Baca juga: Jerman izinkan Polandia kirim jet tempur tua MiG-29 ke Ukraina

Juru bicara pemerintah Polandia Piotr Muller mengatakan insiden tersebut tampak seperti provokasi yang direncanakan oleh Rusia.

Dia menyebut awak pesawat Polandia itu telah bertindak secara bertanggung jawab dan beruntung tidak terjadi apa-apa.

“Kita bisa melihat bahwa Rusia berusaha menarik perhatian internasional dengan provokasi seperti itu,” kata Muller kepada TV swasta Polsat Facts, Minggu.

Sumber: Reuters

Baca juga: Dmitry Medvedev marah besar terhadap Polandia

Penerjemah: Anton Santoso
Editor: M Razi Rahman
RakyatPos.ID Network

Redaksi Pos

Related Posts

Sepuluh tahun sejak Panama Papers: Apa yang terungkap, apakah ada yang berubah?

Panama Papers, salah satu kebocoran data terbesar yang pernah ada, mengungkap besarnya jaringan keuangan luar negeri yang digunakan oleh elit global. Pada tanggal 3 April 2016, Konsorsium Jurnalis Investigasi Internasional…

Kuba akan mengampuni lebih dari 2.000 tahanan di tengah tekanan AS

Pembebasan tahanan politik telah lama menjadi tuntutan utama AS, yang menerapkan blokade minyak ketat terhadap Kuba. Pemerintah Kuba menyatakan akan memberikan 2.010 tahanan sebagai bentuk “kemanusiaan”. Pembebasan mereka selama Pekan…