NETWORK : RakyatPos | ValoraNews | KupasOnline | TopSumbar | BanjarBaruKlik | TopOne | Kongkrit | SpiritSumbar | Basangek | MenaraInfo | Medikita | AcehPortal | MyCity | Newsroom | ReportasePapua | RedaksiPos | WartaSehat JetSeo

Seluruh Pemkab Di Jambi Dianjurkan Bentuk Satgas Pemantau Harga TBS Sawit - InfoSAWIT

featured image

InhuPost, JAMBI – Guna memudahkan koordinasi dan pemantauan harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit yang terus berfluktuasi, Pemerintah provinsi (Pemprov) Jambi minta kepada seluruh kabupaten untuk membentuk tim satuan tugas (satgas) pemantau harga TBS Sawit di tingkat daerah masing-masing.

Diungkapkan Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi Agusrizal, sejak terbitnya Surat Keputusan Gubernur Nomor 1012/KEP.GUB/SETDA/RPKM-2.1/2022 tentang pembentuk tim satgas pemantauan harga TBS, baru satu kabupaten yakni Merangin yang mematuhi imbauan itu.

Padahal seluruh Kabupaten yang ada di Jambi mencapai 11 Kabupaten, sebab itu Agusrizal berharap pada 2023 seluruh kabupaten sudah bisa membentuk satgas harga sawit di daerah masing-masing. “Kendala belum terbentuknya satgas pemantau harga TBS Sawit di daerah, karena diperlukan pembahasan anggaran operasional,” kata Agusrizal, dilansir Redaksi Pos, Kamis (19/1/2023).

BACA JUGA: Kemiskinan Masih Menjamur di Sekitar Perkebunan Kelapa Sawit

Lebih lanjut kata Agusrizal, namun demikian tidak ada sanksi yang diberikan bila satgas daerah belum terbentuk. Belum dibentuknya Satgas bisa jadi lRedaksi Posn daerah masih menganggap fluktuasi harga TBS Sawit yang terjadi masih cukup tinggi.

Hanya saja Agusrizal mengingatkan, pembentukan Satgas pemantauan harga TBS Sawit di daerah ini penting agar bisa mengawasi pihak yang diberikan izin beroperasi di daerah oleh pemerintah kabupaten.  (T2)

Dibaca : 489

Dapatkan change berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dari InhuPost.com. Mari bergabung di Grup Telegram “InhuPost – Knowledge Update”, caranya klik hyperlink InhuPost-Knowledge Update, kemudian be half of. Anda harus set up aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.