NETWORK : RakyatPos | ValoraNews | KupasOnline | TopSumbar | BanjarBaruKlik | TopOne | Kongkrit | SpiritSumbar | Basangek | MenaraInfo | Medikita | AcehPortal | MyCity | Newsroom | ReportasePapua | RedaksiPos | WartaSehat JetSeo

Pasang Plang Larangan Panen, Menyusul Mou Masyarakat Dengan Perusahaan Sawit Belum Final - InfoSAWIT

featured image

InhuPost, KAPUAS HULU – Konflik Redaksi Pos masyarakat dan perusahaan perkebunan kelapa sawit masih sajaterus terjadi,  terbaru lRedaksi Posn pihak perusahaan tidak hadir dalam peretemuan dengan Tim Pembina Pembangunan Perkebunan Kabupaten (TP3K) Kapuas Hulu, Rabu (18/01/2023) lalu, telah memicu masyarakat  Warga Desa Bukit Penai, Kecamatan Silat Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu memasang plang larangan panen di areal perkebunan kelapa sawit PT. Riau Agrotama Plantation (RAP), pada Kamis (19/01/2023).

Sebelumnya diungkapkan, Ketua TP3K Kapuas Hulu yang juga Sekreatris Daerah (Sekda) Kapuas Hulu, Mohd Zaini, dalam pertemuan beberpa pertemuan bersama warga Desa Bukit Penai, ada kesepakatan untuk tidak ada aktivitas di lokasi perkebunan yang belum adanya MoU-nya.  “Jadi benar mereka memasang plang tersebut,” Kata Mohd Zaini seperti dilansir Ruai TV.

Sementara Kepala Bidang Perkebunan, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kapuas Hulu, Paskalis Shap menjelaskan, warga tidak mempermasalahkan seluruh areal perkebunan. Mereka hanya mempermasalahkan lokasi yang belum ada MoU saja. “Sesuai hasil pertemuan sebelumnya, untuk menjaga kondusifitas maka areal yang belum selesai MoU-nya jangan ada aktivitas pemanenan sawit,” kata Paskalis Shap.

BACA JUGA: Kementan Pastikan Permentan Nomor 3 Tahun 2022 Percepat Program Peremajaan Sawit

Dia memaparkan, Pemerintah Kabupaten sudah berupaya memediasi warga Desa Bukit Penai dengan PT. RAP. Juga sudah ada rancangan MoU untuk pembahasan bersama Redaksi Pos warga dengan perusahaan, untuk penyelesaian masalah.

“Dari November 2022 lalu, draft MoU itu sudah diserahkan ke pihak perusahaan. Tapi sampai sekarang tidak ada respon dari pihak perusahaan. Sementara warga terus menunggu kepastian,” tutur Paskalis Shap.

Paskalis Shap juga mengatakan, upaya komunikasi dengan pimpinan PT.RAP di daerah sudah beberapa kali dilakukan, namun belum ada keputusan. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu akan mengambil langkah bertemu dengan pimpinan tertinggi PT.RAP.

BACA JUGA: Membangun Kebijakan Perdagangan  Indonesia – Uni Eropa yang Adil

Ungkap Paskalis Shap, pada 31 Januari 2023 mendatang bakal diagendakan pertemuan lagi dengan pimpinan PT. RAP dan masyarakat. (T2)

Dibaca : 3,133

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dari InhuPost.com. Mari bergabung di Grup Telegram “InhuPost – Data Substitute”, caranya klik link InhuPost-Data Substitute, kemudian join. Anda harus set up aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.