NETWORK : RakyatPos | ValoraNews | KupasOnline | TopSumbar | BanjarBaruKlik | TopOne | Kongkrit | SpiritSumbar | Basangek | MenaraInfo | Medikita | AcehPortal | MyCity | Newsroom | ReportasePapua | RedaksiPos | WartaSehat JetSeo

Mencegah Resistensi Gulma Di Kebun Sawit - InfoSAWIT

featured image

InhuPost, JAKARTA – Jika gulma tidak dikendalikan dengan baik maka bakal menimbulkan masalah, apalagi sampai terjadi resistensi, lantas apa yang mesti dilakukan?

Seperti yang sudah diketahui, dalam mengendalikan gulma memang bisa dilakukan dengan berbagai cara semisal secara e book, kimiawi maupun biologikal. Namun dalam sektor pertanian  atau perkebunan komersial, yang lahannya sangat luas, maka penggunaan kimiawi dalam mengendalikan gulma lewat aplikasi herbisida menjadi mahfum.

Tentu saja dalam penggunaan bahan kimia untuk mengendalikan gulma perlu dilakukan secara bijaksana dan sesuai pedoman anjuran yang sudah ditetapkan masing-masing produsen herbisida. Cara ini diyakini bakal berimbas positif pada pengendalian gulma.

BACA JUGA: Cara Menghitung Produksi Kelapa Sawit

Lain cerita jika aplikasi gulma itu dilakukan dengan cara yang kurang bijaksana sehingga bisa memicu terjadinya resistensi gulma. Sebab itu diperlukan upaya atau strategi pengelolaan resistensi gulma terhadap herbisisda.

Dalam seminar sehari tentang Weed Resistance Manegement yang di selenggarakan The Global Society for Southeast Asia Agriculture Science (ISSAAS) Indonesia Chapter, bekerjasama dengan Croplife Indonesia, Syngenta Indonesia, dan Cropcare di Biotani Sq., Bogor, terungkap pengendalian gulma dengan teknik alternatif bakal memperlambat terjadinya resistensi gulma.

Dikatakan Prof. Soekisman Tjitrosemito dari Weed Science Society of Indonesia , SEAMEO, Biotrop, terjadinya resistensi gulma diakibatkan penggunaan satu jenis herbisida secara terus menerus. Sebab itu disarankan untuk melakukan penggunaan herbisida alternatif. “Untuk mencegah terjadinya resitensi perlu dilakukan rotasi aplikasi herbisida,” kata Prof. Soekisman kepada InhuPost, belum lama ini di Bogor.

BACA JUGA: Strategi Menjaga Produktivitas Kelapa Sawit Tetap Tinggi

Secara umum rotasi ini bisa dilakukan setiap setahun sekali, sehingga didapat pengendalian gulma secara maksimal. Untuk kasus resistensi gulma di Indonesia, Soekisman mencatat belum terjadi di Indonesia, namun proses memperlambat terjadinya resistensi perlu dilakukan semenjak saat ini, apalagi proses resistensi itu tejadi selama 20 tahun.

Sementara menurut penuturan Head of Overview & Constructing PT Syngenta Indonesia, Midzon LI Johannis, penanggulangan gulma bisa juga dilakukan dengan menerapkan teknik Built-in Weed Management (IWM), teknik itu merupakan kombinasi beberapa cara pengendalian gulma, dengan dengan biaya yang paling ekonomis.

Hanya saja Midzon mengaris bawahi, utamanya dalam penerapan aplikasi bahan kimia dalam pengendalian gulma, lewat penerapan aplikasi satu jenis herbisida lRedaksi Posn efektif dan efisien, dalam jangka waktu menengah dan panjang bakal memicu terjadinya resistensi gulma. “Jika resitensi gulma terjadi maka beban ongkos dalam menanggulangi gulma akan semakin mahal, karena sulit dikendalikan,” katanya.

BACA JUGA: Berikut Efisiensi yang Bisa Diterapkan di Perkebunan Kelapa Sawit

Sebagai ilustrasi yang terjadi di Amerika Serikat, penanggulangan resistensi gulma menelan investasi sekitar US$ 100/ha, sangat jauh dari biaya penggunaan herbisida sebelumnya sebanyak 2 liter/ha dengan ongkos sekitar US$ 10/ha. “Ongkos pengendaliannya naik 10 kali lipat,” kata Midzon. (T2)

Sumber: Majalah InhuPost Edisi Februari 2016

Dibaca : 5,409

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dari InhuPost.com. Mari bergabung di Grup Telegram “InhuPost – News Update”, caranya klik hyperlink InhuPost-News Update, kemudian be half of. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.