NETWORK : RakyatPos | ValoraNews | KupasOnline | TopSumbar | BanjarBaruKlik | TopOne | Kongkrit | SpiritSumbar | Basangek | MenaraInfo | Medikita | AcehPortal | MyCity | Newsroom | ReportasePapua | RedaksiPos | WartaSehat JetSeo

ITP2I Meminta KAN Cabut Sertifikat ISPO Asian Agri - InfoSAWIT

featured image

InhuPost, JAKARTA – Pusat Studi lingkungan Perkebunan Pelalawan Indonesia (ITP2I) mendatangi Komite Akreditasi Nasional (KAN ) sekaligus menyampaikan laporan serta meminta KAN mencabut sertifikat Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) PT Asian Agri, pada  Senin (16/1/2023) di Jakarta.

Diungkapkan, Ketua Pusat Studi lingkungan Perkebunan kampus ITP2I, Taufik, pihaknya mendukung upaya pemerintah dalam upaya mewujudkan pembangunan perkebunan sawit berkelanjutan dengan penerbitan sertifikat ISPO.

Hanya tutur Taufik, dengan adanya sertifikasi ISPO ini tidak semerta merta membuat perkebunan kelapa sawit kebal terhadap aturan, apalagi masyarakat  yang di daerah sekitar kebun sawit bakal langsung merasakan dampaknya akibat tidak lagi sesuai dengan amanah sertifikasi ISPO.

BACA JUGA: 3.800 Ton Bungkil Sawit Di Eskpor ke Thailand

“Sebab itu perlu ada evaluasi terhadap ISPO yang mereka miliki, jadi kami datang ke kantor KAN ini meminta agar lembaga pemberi Sertifikasi untuk mencabut sertifikat ISPO PT Asian Agri karena kita di pusat studi lingkungan perkebunan ITP21 sudah mengkaji secara akademik tentang hal ini,” katanya seperti dikutip InhuPost dari  laman resmi ITP2I, Selasa (17/1/2023).

Bahkan kabarnya ITP2I akan juga terbang ke Kuala Lumpur, Malaysia untuk meminta pencabutan Sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).

Sementara, Direktur Akreditasi Lembaga Inspeksi dan Lembaga Sertifikasi Fajarina Budiantari mengungkapkan, pihaknya telah menerima laporan tersebut dan berjanji paling lambat 10 hari, atau secepatnya akan memproses pencabutan Sertifikasi ISPO PT Asian Agri, bila terbukti melakukan pelanggaran dari ketentuan sertifikasi ISPO.

BACA JUGA: Bupati Sijunjung Resmikan Pabrik Sawit PT SMP, Berharap Banyak Serap Tenaga Kerja

Fajarina menambahkan, dirinya memastikan bila perusahaan terbukti melanggar ketentuan yang berlaku maka sertifikasi ISPO mereka akan dicabut.  “Ini patut disayangkan lRedaksi Posn akan mempengaruhi produksi dan produktivitas perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit tersebut, Insyaallah kita maksimalkan,” katanya. (T2)

Dibaca : 4,370

Dapatkan change berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dari InhuPost.com. Mari bergabung di Grup Telegram “InhuPost – Data Substitute”, caranya klik hyperlink InhuPost-Data Substitute, kemudian be a part of. Anda harus set up aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.