Perusahaan China bantu konstruksi besar proyek PLTA Nepal

featured image

Kathmandu (Redaksi Pos) – Konstruksi pelapisan beton untuk terowongan tailrace proyek pembangkit listrik tenaga air Tanahu di Central Nepal telah rampung pada Rabu. Hal tersebut menjadi dasar yang kokoh untuk tahap konstruksi selanjutnya.

Terowongan tailrace itu memiliki panjang 210 meter, dengan kemiringan desain 8,44 persen. Sebuah needle girder trolley digunakan dalam konstruksi dan seluruh bagiannya dilapisi sekaligus menjadi sebuah lingkaran dengan diameter 7,4 meter.

Sebagai bagian penting dari sistem pengalihan air, lapisan beton sistem tailrace tersebut merupakan pencapaian pertama dalam proyek itu dan akan memberikan keamanan selama musim hujan yang dimulai pada Juni, kata wakil manajer proyek Huang Jiwen.

Proyek PLTA Tanahu, yang terletak di Sungai Seti, akan menggunakan bendungan dataran tinggi guna menghasilkan listrik melalui dua unit generator di dalam sebuah pembangkit listrik bawah tanah dengan total kapasitas mencapai 146,4 megawatt.

Setelah dioperasikan, pembangkit listrik itu akan sangat membantu mengurangi kekurangan pasokan listrik di daerah-daerah pegunungan barat serta di Kota Pokhara, tujuan wisata populer di Nepal.

Bagian kedua dari proyek tersebut untuk pengalihan air dan sistem pembangkit listrik serta peralatan teknik permanen dikontrak oleh PowerChina Sinohydro Bureau 11 Co., Ltd. pada Oktober 2018 lalu.

Konstruksi itu dimulai pada Januari 2019 dan diperkirakan akan rampung pada Oktober 2026.

Sejauh ini, proyek tersebut telah menciptakan lebih dari 1.500 lapangan pekerjaan bagi penduduk setempat, menurut perusahaan China itu.

Pewarta: Xinhua

Editor: Junaydi Suswanto

COPYRIGHT © Redaksi Pos 2023

  • Redaksi Pos

    Related Posts

    Iran mengumumkan penangkapan, mengatakan AS dan Israel menderita 'kekalahan'

    Ratusan orang telah ditangkap ketika Iran menindak ‘pengkhianat’ menyusul pembunuhan Larijani, Soleimani. Pihak yang berwenang di Iran telah mengumumkan ratusan penangkapan lagi di seluruh negeri, serta melakukan operasi untuk melawan…

    Pengadilan Polandia mengizinkan ekstradisi arkeolog Rusia ke Ukraina

    Alexander Butyagin, seorang sejarawan di Museum Hermitage Rusia, dianggap melakukan ilegal di Krimea yang dikuasainya. Polandia akan mengekstradisi seorang arkeolog Rusia yang melakukan aktivitas ilegal di wilayah pendudukan Krimea ke…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *