NETWORK : RakyatPos | ValoraNews | KupasOnline | TopSumbar | BanjarBaruKlik | TopOne | Kongkrit | SpiritSumbar | Basangek | MenaraInfo | Medikita | AcehPortal | MyCity | Newsroom | ReportasePapua | RedaksiPos | WartaSehat JetSeo

Yuk Mengenal Benih Sawit Semiklon - InfoSAWIT

featured image

InhuPost, JAKARTA – Diakui banyak cara guna mendapat kan benih sawit unggul, salah sat unya dengan menerapkan cara semiklon. Dari riset yang dilakukan menunjukkan varietas semiklon memiliki hasil lebih seragam dan terhindar dari pohon cacat . Sebetulnya apa sih benih sawit semiklon itu?

Guna menghasilkan bahan tanaman unggul bisa dilakukan dengan beberapa alternatif, bisa menggunakan carakonvensional, atau kultur jaringan (tissue tradition) atau menghasilkan benih sawit lewat jaringan tanaman. Namun faktanya ada cara lain yang juga diyakini bisa menghasilkan benih sawit unggul, semisal lewat pengembangan benih semiklonal.

Dalam metode ini, pohon sawit jenis pisifera yang dijadikan induk didapat dengan cara kultur jaringan. Sementara induk dura didapat dari hasil konvensional, kemudian keduanya disilangkan secara konvensional. Pada proses ini pemilihan induk sebagian besar dilakukan dengan teknik Spesific Combining Capability (SCA).

BACA JUGA: Kemitraan Sawit Mesti Disokong Pemahaman yang Matang

Merujuk riset yang dilakukan tim riset dari PT Bina Sawit Makmur anak usaha PT Sampoern Agro Tbk., teknik semiklon ini memiliki beberapa keuntungan semisal, pertama, benih semiklon bakal memiliki tingkat keseragaman yang lebih besar lRedaksi Posn penyilangan terbatas pada sejumlah kombinasi induk.

Kedua, biaya produksi benih jauh lebih rendah dibanding melakukan kultur jaringan sehingga harga benihnya tetap ekonomis, ketiga, risiko kelainan (abnormalitas) klonal sangat rendah sebab produksi plantlet terbatas pada setiap induk, lRedaksi Posn dibutuhkan kultur jaringan kecil yang dibentuk untuk mengkloning induk dengan jumlah produksi plantlet per ortet terbatas, lantas keempat, 15% keuntungan hasil minyak diharapkan dikomparasikan dengan benih hibridia DxP konvensional.

Kata Direktur PT Sampoerna Agro Tbk, Dwi Asmono, dengan menerapkan metode semiklon resiko kelainan (cacat) pada benih sangat rendah, selain benih sawit yang dihasilkan bakal lebih seragam. Sejatinya pilihan kloning bisa dilakukan pada dua indukan baik pisifera (bapak) maupun dura (ibu), namun pilihan kloning itu jatuh pada indukan pisifera-nya.

BACA JUGA: Cara Membuat Biodiesel Ala Rumahan

Kata Dwi, dengan mengkloning indukan pisifera maka potensi sawit yang masih terpendam bisa lebih dimaksimalkan. “Kami memilih mengkloning pisiferanya, walaupun dura juga memungkinan untuk di kloning,” kata Dwi kepada InhuPost, di Jakarta. (T2)

Sumber: Majalah InhuPost Edisi Juni 2015

Dibaca : 17,757

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dari InhuPost.com. Mari bergabung di Grup Telegram “InhuPost – News Change”, caranya klik hyperlink InhuPost-News Change, kemudian be a half of. Anda harus set up aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.