NETWORK : RakyatPos | ValoraNews | KupasOnline | TopSumbar | BanjarBaruKlik | TopOne | Kongkrit | SpiritSumbar | Basangek | MenaraInfo | Medikita | AcehPortal | MyCity | Newsroom | ReportasePapua | RedaksiPos | WartaSehat JetSeo

Wabup Samosir minta Kapolres tangkap penebang pinus di Hutaginjang

featured image

“Pemerintah Kabupaten sedang giat menanam pohon penghijauan dan tanaman yang menghasilkan bagi masyarakat, tetapi ada orang yang menebangi pohon. Sungguh bertentangan dengan program pembangunan,” katanya.

Pangururan (Redaksi Pos) – Wakil Bupati (Wabup) Samosir Martua Sitanggang meminta Kapolres Samosir Josua Tampubolon untuk menangkap pelaku penebangan pohon pinus tanpa ijin di Desa Hutaginjang, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, karena membahayakan lingkungan sekitar yang bisa menyebabkan longsor.

“Penebangan pohon pinus di Desa Hutaginjang, Samosir, harus dihentikan, karena lokasinya berada di lahan dengan kemiringan lebih dari 60 derajat, yang sangat rentan menimbulkan dampak negatif lingkungan, seperti banjir dan longsor dan merusak jalan kabupaten. Kalau sampai longsor, masyarakat sekitar yang akan menanggung akibatnya,” katanya menjawab Redaksi Pos di Pangururan, Samosir, Senin.

Karena kasus penebangan pohon itu sudah dilaporkan masyarakat ke Polres Samosir, kata Martua, maka Polres Samosir diminta menindaklanjuti dengan menghentikan penebangan di lokasi dan memproses hukum pelaku penebangan.

Dari pemberitaan sebelumnya, pelaku penebangan hutan pinus di Desa Hutaginjang adalah Maringan Sitanggang, yang difasilitasi Manat Situmorang yang mengaku sebagai pemilik lahan.

Menurut Wakil Bupati, menangkap pelaku penebangan dan memproses hukum terhadapnya perlu dilakukan untuk menimbulkan efek jera bagi yang lain, agar jangan melakukan penebangan pohon secara ilegal di Pulau Samosir.

“Pemerintah Kabupaten sedang giat menanam pohon penghijauan dan tanaman yang menghasilkan bagi masyarakat, tetapi ada orang yang menebangi pohon. Sungguh bertentangan dengan program pembangunan,” katanya.

Sebelumnya Wakil Bupati memerintahkan Camat Kecamatan Simanindo bersama dengan aparat Forkopimca (Discussion board Komunikasi Pimpinan Kecamatan) untuk meninjau lokasi dan menghentikan penebangan pohon pinus.

Camat Simanindo Hans Sidabutar bersama Forkopimca yang terdiri dari Kapolsek Simanindo Iptu Nandi Butar-butar, Danramil Simanindo Kapten Edi W dan Kepala Desa Hutaginjang Rinsan Situmorang, di lokasi Selasa pagi, mengakui bahwa lokasi penebangan benar-benar sangat curam dan sangat membahayakan kalau pohon pinus yang tumbuh di atasnya ditebangi.

“Sungguh tidak layak pohon pinus ini ditebangi, kalau ditebangi maka banyak warga yang berada di bagian bawah lahan ini yang akan terkena dampak, bisa terkena banjir dan longsor,” katanya, sambil menjelaskan bahwa ada beberapa huta (kampung) yang berada di bawah lahan dengan jumlah penduduk yang cukup padat.

Dari segi lingkungan, katanya, lokasi hutan pinus tersebut sangat rawan dampak lingkungan, itu sebabnya lokasi itu ditanami pohon pinus sebagai tanaman penghijauan.

Kepada warga masyarakat yang merasa memiliki lahan, yakni Manat Situmrang dan keluarganya, Camat meminta supaya menghentikan penebangan pohon, karena kalau diteruskan kampung yang mereka tinggali bisa terkena dampak.

Camat mengingatkan kepada Manat dan keluarganya, bahwa kalau masih terjadi penebangan pohon pinus, maka pihaknya akan menangkap kayu yang diangkut, baik di jalan maupun di pelabuhan.

“Kalau ada pengangkutan kayu tanpa ijin, akan kami tangkap, baik di jalan maupun di pelabuhan,” kata Hans Sidabutar.

Wakil Bupati Samosir Martua Sitanggang sangat mengapresiasi tindakan yang dilakukan Camat Simanindo dan Forkopimca.

“Mereka melakukan tugas dengan baik,” katanya.

 

Pewarta: Biqwanto Situmorang

Editor: Agus Setiawan

COPYRIGHT © Redaksi Pos 2022