NETWORK : RakyatPos | ValoraNews | KupasOnline | TopSumbar | BanjarBaruKlik | TopOne | Kongkrit | SpiritSumbar | Basangek | MenaraInfo | Medikita | AcehPortal | MyCity | Newsroom | ReportasePapua | RedaksiPos | WartaSehat JetSeo

Saatnya GAPKI Butuh Nahkoda Baru - InfoSAWIT

featured image

InhuPost, JAKARTA – Pentingnya asosiasi Industri yang mendukung keberadaan industri perkebunan kelapa sawit nasional menjadi maju dan sejahtera dirasakan banyak anggota asosiasi Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI). Kiprah industri perkebunan kelapa sawit yang selama lebih dari 100 tahun dikembangkan secara komersil membutuhkan pemikiran yang gemilang dan bertangan dingin untuk mengembangkan GAPKI di masa depan.

Generation kepemimpinan GAPKI yang selalu mengalami dinamika, kini menghadapi tantangan baru. LRedaksi Posn masa aktif kepengurusan GAPKI yang diperpanjang dari 3 tahun menjadi 5 tahun –yang diubah pada tahun 2018 silam–  telah menimbulkan stagnasi regenerasi dalam tubuh GAPKI. Fenomena ini dirasakan juga oleh salah satu Dewan Pembina GAPKI, Maruli Gultom.

Menurut dia, regenerasi kepengurusan GAPKI sangat dibutuhkan demi kehidupan asosiasi itu sendiri. Sebab menurutnya, regenerasi tidak mungkin dapat terwujud tanpa ada kesempatan berkarya bagi generasi muda. Olehkarena itu, dibutuhkan dukungan bagi generasi muda untuk menjadi nahkoda GAPKI di masa depan.

BACA JUGA: Saat GAPKI Mengubah Periode Masa Jabatan Ketum, Dari 3 menjadi 5 Tahun

Maruli juga menjelaskan banyaknya keberhasilan yang sudah pernah diraih setiap terjadinya estafet kepemimpinan GAPKI, seperti keberhasilan acara GAPKI tahunan (IPOC) yang kini telah menjadi agenda tahunan terbesar di dunia. “Tentunya acara IPOC dapat menjadi rujukan bagi industri sawit nasional dan global di tahun selanjutnya,” ujar Maruli kepada InhuPost, belum lama ini.

Maruli juga mencatat adanya eskalasi persoalan minyak goreng sawit yang terjadi setiap tahunnya. “Tahun 2022 ini, persoalan minyak goreng sawit sangat luar biasa, menyebabkan banyak kesusahan masyarakat dan industri perkebunan hingga petani kelapa sawit, jadi susah menjual hasil panennya sampai pasar ekspor CPO ke luar negeri. “Tentunya persoalan ini harus menjadi cambukan bagi pengurus GAPKI sekarang, untuk melakukan regenerasi kepada yang lebih muda,” ungkap Maruli.

GAPKI menurut Maruli juga sama dengan organisasi lain, yang membutuhkan estafet kepemimpinan supaya menjadi lebih maju dan sehat di masa depan. “Kepemimpinan organisasi seperti GAPKI harus sama dengan organisasi lainnya, cukup 2 periode dan harus regenerasi kepada yang lebih muda,” katanya.

BACA JUGA: Masa Jabatan Ketua Umum GAPKI Diubah Menjadi 3 Kali Periode?

Lebih lanjut tutur Maruli, tanpa adanya regenerasi kepada generasi muda, GAPKI akan mengalami masa suram dan kemunduran besar bagi industrinya. “Sebab dengan perubahan jaman yang serba dinamis kemudian, tidak mudah diikuti oleh generasi yang telah ketinggalan jaman,” tandas Maruli. (T1)

Dibaca : 436

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dari InhuPost.com. Mari bergabung di Grup Telegram “InhuPost – News Change”, caranya klik hyperlink InhuPost-News Change, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.