NETWORK : RakyatPos | ValoraNews | KupasOnline | TopSumbar | BanjarBaruKlik | TopOne | Kongkrit | SpiritSumbar | Basangek | MenaraInfo | Medikita | AcehPortal | MyCity | Newsroom | ReportasePapua | RedaksiPos | WartaSehat JetSeo

Integrasi Sawit-Sapi Untuk Ketahanan Pangan - InfoSAWIT

featured image

InhuPost, JAKARTA – Program pengembangan sawit-sapi dipercaya sebagai solusi bagi beragam kendala masih defisitnya pasokan daging segar nasional. Sebab itu program ini terus bergulir, dan terus dikerjasamakan dengan perkebunan kelapa sawit yang memiliki potensi sebagai sumber pakan hijau.

Salah satu organisasi yang eksis mendukung program ini adalah  Gabungan Penyelenggara Dan Pemerhati Sistem Integrasi Sawit-Sapi (Gapensiska). Walau masih seumur jagung, organisasi ini langsung di pegang oleh orang-orang hebat, dan dikomandoi langsung oleh Joko Iriantono.

Sosok ini bukanlah orang lain dalam industri budidaya peternakan sapi potong. Pria kelahiran Grobogan, Jawa Tengah, 60 tahun lalu itu, sudah 32 tahun bergelut di bidang peternakan, terutama sapi potong. Jiwa sebagai feedloter, sudah tumbuh sejak menjadi asisten dosen pada Laboratorium Produksi Ternak di Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) pada tahun 1984 hingga 1987.

BACA JUGA: Rakernas Gapensiska: Atasi Kekurangan Pasokan Daging Bisa Lewat Integrasi Sapi-Kelapa Sawit

Setelah lulus dari UGM, mahasiswa teladan Fapet UGM ini, bekerja sebagai Kepala Departemen Makanan ternak di PT. Kariyana Gita Utama (Grup Bulog) di Sukabumi, Jawa Barat. Di tempat ini, Joko muda berkarya sampai tahun 1992. Hingga pernah bekerja di Departemen Kemitraan Pakan Ternak di PT. Austasia Stock Feed (Grup Japfa Comfeed). Pada beberapa kesempatan, Joko juga bekerja untuk Beef Cattle Management and Butchery, Brisbane Australia dan Supervisi Feeder Cattle di Australia.

Dengan pengalaman panjang pada bidang peternakan – terutama sapi potong –  kemudian menjadikannya sebagai Direktur Utama PT. Andini Agro Loka sejak tahun 2009 hingga kini. Perusahaan ini merupakan perusahaan sapi potong dengan kapasitas ribuan ekor di Kabupaten Lampung Tengah.

Sebagai Ketua Umum Gapensiska, Joko mengungkapkan, masih defisitnya pasokan daging nasional disebabkan oleh beberapa hal seperti, pertumbuhan permintaan daging sapi setiap tahun mencapai sekitar 6% sedang pertumbuhan penyediaan hanya bertumbuh sekitar 2%. LRedaksi Posn angka pertumbuhan permintaan daging sapi yang terus bergerak naik tidak di imbangi angka pertumbuhan penyediaan maka setiap mendekati hari besar keagamaan pasti ada kegaduhan di masyarakat.

BACA JUGA: Enam Keuntungan Saat Menerapkan Integrasi Sapi-Kelapa Sawit

Sebab itu kedepan mesti ada lompatan untuk pengembangan breeding sapi potong nasional untuk mengejar pertumbuhan populasi sapi potong nasional. Tutur Joko, untuk breeding sapi potong harus mempunyai daya dukung lahan yang cukup sehingga akan menghasilkan anak sapi yang efisien, misalnya dengan pola integrasi sawit-sapi. (T2)

Sumber: Majalah InhuPost Edisi Oktober 2022

Dibaca : 4,100

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dari InhuPost.com. Mari bergabung di Grup Telegram “InhuPost – Recordsdata Update”, caranya klik hyperlink InhuPost-Recordsdata Update, kemudian be half of. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.