NETWORK : RakyatPos | ValoraNews | KupasOnline | TopSumbar | BanjarBaruKlik | TopOne | Kongkrit | SpiritSumbar | Basangek | MenaraInfo | Medikita | AcehPortal | MyCity | Newsroom | ReportasePapua | RedaksiPos | WartaSehat JetSeo

Ibu-ibu di Matraman dapat pelatihan pengolahan sampah

featured image

Jakarta (Redaksi Pos) – Puluhan ibu-ibu warga Kelurahan Palmeriam, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur, mendapatkan pelatihan pengolahan sampah dan limbah rumah tangga menjadi produk bernilai ekonomi.

Pemilik Monetary institution Sampah Tri Alam Lestari, Tri Sugiharti mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan untuk mengasah kreativitas para ibu melalui kegiatan mengolah limbah rumah tangga.

“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata sebagai peduli terhadap lingkungan, namun juga bisa dapat menambah penghasilan dari kreativitas mengolah limbah ini menjadi sabun cuci dan lilin,” kata Tri Sugiharti di Jakarta, Sabtu.

Tri menambahkan, pihaknya berkolaborasi dengan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk atau Alfamart dalam kegiatan tersebut.

Baca juga: Warga Joglo manfaatkan minyak jelantah untuk tingkatkan pendapatan

Para ibu diajarkan mengolah minyak jelantah menjadi sabun cuci dan lilin. Tri menjelaskan, proses mengolah limbah jelantah menjadi sabun bisa dibilang mudah.

Pertama, jelantah bekas dibersihkan dengan cara direndam arang untuk menghilangkan bau anyir yang menempel. Kedua, aduk dengan soda api dengan takaran yang sudah ditentukan, aduk hingga bercampur.

“Bisa juga menambahkan air pandan atau air lemon untuk memberi aroma wangi alami dan juga pewarna makanan agar tampilannya menjadi lebih cantik,” ujar Tri.

Salah satu peserta pelatihan, Siti mengatakan, pengolahan minyak jelantah menjadi sabun terbilang cukup mudah untuk dipelajari.

“Tapi harus hati-hati dalam mengolah dan mengaduk campuran bahannya agar hasilnya bagus,” ujar Siti.

Baca juga: Riset: Jakarta potensial pasok 20 persen biodiesel minyak jelantah

Branch Manager Alfamart Cileungsi, Mulyanto menjelaskan, kegiatan itu selain menanamkan rasa peduli akan lingkungan hidup tentunya untuk merayakan momen Hari Ibu setiap 22 Desember.

Diharapkan melalui kegiatan tersebut ibu-ibu mampu menambah dan mengasah keterampilan melalui kegiatan yang dapat menjadi sumber penghasilan secara mandiri.

Kegiatan pelatihan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan perempuan yang bertujuan memberikan tambahan keterampilan. “Apabila konsisten dan tekun, keterampilan ini dapat dijadikan tambahan penghasilan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga,” tutur Mulyanto.

 

Pewarta: Yogi Rachman

Editor: Sri Muryono

COPYRIGHT © Redaksi Pos 2022