featured image

InhuPost, NUSA DUA – Diungkapkan Ketua Bidang Perpajakan & Fiskal Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Bambang Aria Wisena, tahun depan resesi telah membayangi dunia, ditambah dengan situasi geo politik di uni Eropa yang masih belum stabil dampaknya juga akan dirasakan oleh para pelaku sawit.

Kendati kata dia, resesi pernah terjadi seperti ditahun 1998, namun pada kenyataannya sektor sawit justru memiliki ketahanan yang luar biasa, dan mengungguli dari komoditas lainnya. “Sebab itu guna menghadapi situasi ekonomi ke depan semua sektor industri perlu diperkuat termasuk sektor sawit,” katanya saat berbicara kepada para wartawan yang meliput Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) and 2023 Label Outlook yang dihadiri InhuPost, Kamis (3/11/2022).

Lebih lanjut tutur Bambang, semestinya seluruh pemangku kepentingan industri kelapa sawit mesti bersama menghadapi situasi yang diprediksi tersebut. Harapannya, baik dari sisi asosiasi,  pemerintah dan stakeholder lainnya tetap netral dan melakukan tugasnya secara profesional dalam memperkuat industri. “Jangan mengeluarkan kebijakan yang kontra dengan industri,” katanya.

BACA JUGA: Kelapa Sawit Jawaban Bagi Pemulihan Ekonomi dan Antisipasi Dampak Resesi

Contohnya dengan kebijakan pelarangan ekspor minyak sawit telah membuat pasar minyak sawit di Pakistan dan India beralih ke Malaysia, padahal tutur Bambang, guna membangun pasar tersebut tidak mudah dan butuh waktu

“Ke depan kita harus menjadi influencer bagi pemerintah, paling tidak sebelum pemerintah mengambil keputusan tanyakan dan dengarkan dulu apa akibatnya dari para pelaku industri,” tandas Bambang. (T2)

Dibaca : 228

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dari InhuPost.com. Mari bergabung di Grup Telegram “InhuPost – News Update”, caranya klik hyperlink InhuPost-News Update, kemudian be half of. Anda harus set up aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.

Baca Juga :