featured image

Apabila durasi pengurusan sertifikat itu masih 21 sampai 25 hari, maka diperlukan 600 tahun untuk semua bisa tersertifikasi

Yogyakarta (Redaksi Pos) – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki memastikan pemerintah akan mempercepat pengurusan sertifikasi halal bagi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Kemarin, Pak Presiden sudah melakukan rapat terbatas dan meminta kalau bisa dipangkas dari 21 hari menjadi tiga hari. Ini pasti menyenangkan, bagaimana caranya itu sedang kami pikirkan,” kata Teten Masduki pada acara Jogja Halal Competition (JHF) ke-2 di Jogja Expo Heart, Bantul, DI Yogyakarta, Kamis.

Menurut Teten, terobosan untuk mempercepat proses memang diperlukan mengingat masih rendahnya produk UMKM bersertifikat halal di Indonesia.

Berdasarkan files pencapaian sertifikasi halal, saat ini baru sekitar 725.000 produk bersertifikat halal yang berasal dari 405.000 UMKM. Padahal, jumlah entire UMKM di Tanah Air mencapai 64,2 juta.

“Jadi, ini kecil sekali sehingga diperlukan sinergisitas bersama berbagai pihak untuk bisa mendorong kepemilikan sertifikasi halal bagi UMKM,” ujar dia.

Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kemenag, menurut Teten, mencatat sekitar 30 juta produk usaha membutuhkan sertifikasi halal.

Sementara, apabila durasi pengurusan sertifikat itu masih 21 sampai 25 hari maka diperlukan 600 tahun untuk semua bisa tersertifikasi.

“Sementara di 2024 ini kan harus sudah selesai, kalau enggak selesai nanti diperiksa polisi sehingga kita harus cari solusi, jangan sampai membebani umat kita sendiri,” kata dia.

Menurut Teten, BPJPH pada 2022 mendorong fasilitasi penerbitan 358.834 sertifikasi halal bagi usaha mikro dan kecil melalui program Sehati. “Ini menjadi peluang pelaku UMK untuk bisa mengaksesnya,” kata dia.

Dengan meningkatnya produk UMKM bersertifikat halal, menurut dia, akan mendukung mereka bersaing di pasar international, apalagi secara demografi penduduk Indonesia mendominasi jumlah Muslim dunia.

Berdasarkan files The Say of The Global Islamic Economic system Dispute 2022, ia menyebutkan umat Muslim dunia menghabiskan hingga dua triliun dolar AS pada 2021 di sektor industri halal mulai dari makanan, farmasi, dan pariwisata.

“Sedangkan, di Indonesia dilihat dari sisi pengeluaran merupakan konsumen terbesar bagi pasar produk halal, di mana 87 persen populasi Indonesia adalah Muslim,” ucap Teten.

Baca juga: Teten optimis Indonesia mampu jadi pemain utama industri halal dunia

Baca juga: Teten: Pengembangan industri halal harus sejalan kebijakan pro UMKM

Baca juga: BPJPH: 731 ribu produk sudah bersertifikat halal sejak 2019

Pewarta: Luqman Hakim

Editor: Kelik Dewanto

COPYRIGHT © Redaksi Pos 2022

Baca Juga :