featured image

InhuPost, MOROWALI UTARA – Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah, kini telah jauh berbeda. Kawasan itu tumbuh dan berkembang pesat. Merujuk Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Morowali, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan 2010 tahun 2021 mengalami peningkatan 10,47 persen dari tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tertinggi terjadi pada sektor Industri pengolahan yakni sebesar 91,31%, diikuti oleh sektor konstruksi sebesar 18,73%.  Sektor penyumbang PDRB terbesar dari tahun ke tahun mengalami perubahan, dari sektor pertanian, kehutanan dan perikanan menjadi sektor pertambangan dan penggalian.

Hanya saja dalam perkembangannya, pertumbuhan ekonomi itu juga marak diikuti sejumlah klaim dari masyarakat yang mengaku tanahnya dirampas perusahaan dan hampir terjadi setiap hari. Unjuk rasa seakan tiada henti.

BACA  JUGA: Lidwina, Srikandi Penangkar Sawit Terbesar di Indonesia

Diungkapkan mantan aktivis lingkungan Morowali Utara, Jabar La Haji, kejadian klaim tersebut masih berlangsung sampai sekarang. Contohnya, pengalamannya terkait dengan salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit  yang beroperasi di Morowali Utara, PT Agro Nusa Abadi (ANA).

Tutur Jabar La Haji, yang juga pernah menjabat sebagai anggota DPRD periode 2009-2014 Morowali Utara, perkebunan kelapa sawit itu termasuk perusahaan yang sering menjadi sasaran unjuk rasa. Tidak sekadar orasi, masyarakat yang mengklaim tanah kerap memagar jalur-jalur operasional. Akibatnya, proses panen buah sawit tidak bisa dilakukan. Beberapa orang yang mengaku pemilik lahan menuding perusahaan merampas lahan mereka.

Hanya saja, menurut Jabar, usaha mereka tidak pernah berhasil, lRedaksi Posn orang-orang yang mengklaim lahan tidak bisa menunjukkan bukti kepemilikan sah atas lahan yang mereka klaim. Jabar mengakui, selaku legislatif dirinya tidak memiliki kewenangan memutus mana pihak yang benar dan salah.

Dibaca : 370

Halaman: 1 2 3

Dapatkan change berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dari InhuPost.com. Mari bergabung di Grup Telegram “InhuPost – News Replace”, caranya klik link InhuPost-News Replace, kemudian be half of. Anda harus set up aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.

Baca Juga :