featured image

InhuPost, SINGAPURA – Harga minyak sawit mentah (CPO) di Bursa Berjangka Malaysia tercatat turun pada Senin (7/11/2022), padahal sebelumnya harga minyak sawit pada minggu lalu sempat meningkat hingga  9%, ini terjadi lRedaksi Posn China membantah sedang mempertimbangkan untuk melonggarkan kebijakan nol COVID-19.

Dilansir Reuters, kontrak minyak sawit acuan FCPOc3 di Bursa Malaysia Derivatives Alternate melorot RM 19 per ton, atau terdapat penurunan sekitar 0,4%, menjadi RM 4.348 per ton pada awal perdagangan.

Masih dilansir Reuters, China melaporkan jumlah tertinggi infeksi COVID-19 baru dalam enam bulan pada hari Minggu (6/11/2022), sehari setelah pejabat kesehatan mengatakan mereka bertahan dengan pembatasan virus corona yang ketat, telah mengecewakan harapan para investor baru-baru ini lRedaksi Posn sebelumnya ada kabar pelonggaran.

BACA JUGA: Mentan: Produksi  CPO Bersertifikat ISPO Capai 22 Juta Ton

Diungkapkan Direktur Godrej World Limited, Dorab Mistry, selain regulasi yang diterapkan Indonesia, ada koreksi yang perlu dilakukan dalam prediksi harga CPO ini lRedaksi Posn semenjak 9 Juli 2022 lau mata uang Greenback menguat, lantas muncul Kekhawatiran inflasi mendorong peningkatan suku bunga, kemudian tingkat produksi sawit meningkat setelah Ramadhan, sementara permintaan yang terus menurun.

Dengan melihat beberapa faktor koreksi tersebut, tutur Dorab, diperkirakan kontrak harga minyak sawit di Bursa Berjangka minyak sawit di Bursa Malaysia pada tiga bulan pertama di 2023 akan diperdagangkan Redaksi Pos RM 4.500 dan RM 3.500 per ton.

Sementara Direktur Oil World, Thomas Mielke mengatakan, produksi minyak sawit world terlihat meningkat sebesar 2,9 juta ton pada musim 2022/23, tetapi mencatat hasil produksi telah mengalami tren turun dalam beberapa tahun terakhir, yang katanya adalah ” menggelisahkan”.

BACA JUGA: Pengembangan Sawit di China, Ternyata Dihadapkan Pada Biaya Tinggi (Tulisan 2)

Dalam Survei Reuters, persediaan minyak sawit Malaysia pada akhir Oktober kemungkinan membengkak ke level tertinggi dalam tiga setengah tahun karena produksi meningkat sementara impor merosot, pada Jumat.

Stok dipatok naik 9,3% dari September menjadi 2,53 juta ton, terbesar sejak April 2019, menurut perkiraan median dari delapan pedagang dan analis yang disurvei oleh Reuters.

Lantas, produksi minyak sawit dan minyak inti Indonesia diperkirakan turun menjadi 51,3 juta ton tahun ini, dari 51,6 juta ton pada 2021, ungkap Fadhil Hasan dari GAPKI. (T2)

Dibaca : 332

Dapatkan replace berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dari InhuPost.com. Mari bergabung di Grup Telegram “InhuPost – Files Update”, caranya klik link InhuPost-Files Update, kemudian be a a part of. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.

Baca Juga :