NETWORK : RakyatPos | ValoraNews | KupasOnline | TopSumbar | BanjarBaruKlik | TopOne | Kongkrit | SpiritSumbar | Basangek | MenaraInfo | Medikita | AcehPortal | MyCity | Newsroom | ReportasePapua | RedaksiPos | WartaSehat JetSeo

Gubri Syamsuar Kukuhkan Dewan Pendidikan Riau

featured image

Guna mengatasi beberapa masalah pendidikan di Riau. Gubri H Syamsuar mengukuhkan pengurus Dewan Pendidikan Riau untuk lima tahun mendatang. Beberapa tokoh, pengamat, dan praktisi pendidikan ditetapkan dan dipilih oleh Pemprov Riau. ist

PEKANBARU, INHUPOST.COM – Setelah melalui proses seleksi yang panjang, Dewan Pendidikan Provinsi Riau periode 2022-2027 dikukuhkan Gubernur Riau Drs H Syamsuar MSi hari ini (18/11/2022) di Balai Serindit Gedung Daerah Provinsi Riau. 

Sejumlah tokoh pendidikan, praktisi, lembaga profesi dan lembaga keagamaan terpilih untuk mengemban amanah di lembaga ini. Panitia Seleksi (Pansel) yang dibentuk Pemprov Riau yang terdiri dari guru besar dan lembaga ini sudah menjalankan tugas sejak pertengahan 2022 lalu.

Gubri berharap dengan dikukuhkannya Dewan Pendidikan Riau ini dapat bekerjasama dan akan menyampaikan masukan, saran, kritik yang diberikan masyarakat yang berkaitan dengan masalah pendidikan kepada pemerintah.

”Persoalan pendidikan di tempat kita ini sangat banyak. Terus muncul dan menjadi PR dari tahun ke tahun. Semoga adanya Dewan Pendidikan ini akan bisa menuntaskan beberapa masalah yang ada,” sebut Syamsuar. 

Lebih jauh, Gubri mencontohkan beberapa masalah pendidikan itu, mulai dari kualitas guru sekolah, banyaknya tenaga pendidik yang masih berstatus honorer, hingga PPDB yang terus menimbulkan masalah. 

Gubri menyebutkan, saat ini Riau memiliki 14.000 guru. Sepuhnya masih berstatus honor. ”Sudah ada upaya yang kami lakukan untuk menjadikan para guru ini masuk program PPPK. Tapi itu kan tak bisa menyelesaikan semuanya. Sementara yang pensiun juga tak banyak,” ungkapnya. 

Selain itu, masalah besar lainnya yang dihadapinya dibeberapa daerah adalah beberapa sekolah swasta yang kekurangan murid. Bahkan ada yang tutup. ”Ini kan harus dicarikan solusinya. Jangan pula pemerintah yang harus mencarikan muridnya. Intinya sekolah itu harus bermutu. Harus ada variasi dan inovasi oleh masing-masing guru dan kepala sekolah. Kalau guru dianggap kurang berhasil, silahkan belajar ke sekolah yang lebih unggul,” tambahnya lagi.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Riau M Job Kurniawan mengatakan himbauan mengharapkan anggota Dewan Pendidikan yang berjumlah 13 orang ini, segera dapat mulai bekerja, sehingga diharapkan dapat memberikan masukan terhadap peningkatan mutu pendidikan di Riau. 

”Kami merasa pengurus Dewan Pendidikan yang terpilih ini mampu memberikan masukan, saran dan solusi terhadap berbagai persoalan pendidikan. Sangat banyak masalah yang perlu mendapat perhatian di depannya,’ katanya. 

Diapun menghaturkan terima kasih atas kerja sama yang telah dilakukan Dewan Pendidikan Riau periode sebelumnya.

Pada pengukuhan ini, juga disampaikan penyerahan memori program kerja yang sudah dilakukan Dewan Pendidikan lima tahun sebelumnya. Diserahkan langsung oleh Wakil Sekretaris M Herwan. 

Turut hadir dalam acara ini beberapa jemputan dari LAMR, Dinas Pendidikan Riau, kepala sekolah, dan beberapa komite sekolah. Beberapa nama dari anggota Dewan Pendidikan Riau ini sudah banyak berkiprah di bidang pendidikan, praktisi dan lembaga profesi. Redaksi Pos lain Prof Dr B Isyandi MSc (guru besar Unri), Dr Junaidi SS MHum (Rektor Unilak), H Herman Maskar SPd MSi (mantan Dewan Pendidikan Pelalawan), Aiden Yusti SPd MSi (praktisi organisasi pendidikan), Fauzan MSi (akademisi UIN) , H Fithriady Syam SSi (Praktisi media-PWI Riau), Khaidir Ahmalnas SH (Akademisi-Budayawan), Drs H Martius Busti MM MH (Muhammadiyah), Dr Masyhuri SPi MSi (akademisi UIN), Dr Saut Maruli Tua Manik SHI SH MH ( akademisi UMRI), Syafrudin SH MH (praktisi hukum), Drs H Syafruddin MP (mantan ASN pendidikan), Drs H Syamsuardi MPd (akdemisi sekolah swasta dan internasional). Tiga nama pengurus Dewan Pendidikan ini merupakan petahana. (*)

Editor: Eberta Malik