featured image

PEKANBARU, INHUPOST.COM – Kampung KB Tunas Harapan Kelurahan Air Putih Kota Pekanbaru membuat sebuah inovasi penanganan stunting. Inovasi tersebut diberi nama Cemara Stunting (Celengan Masyarakat Cegah Stunting). 

Dalam kegiatannya, Satuan Tugas Peduli Stunting (Satgas Pesta) yang akan menyebarkan celengan kepada masyarakat dan nantinya hasil pengumpulan uang dari celengan tersebut ini diserahkan kepada Ibu Hamil dan anak usia di Bawah Dua Tahun (Baduta) beresiko Stunting.

Ketua Satuan Tugas Peduli Stunting (Satgas Pesta) Silvi mengatakan berdasarkan data Hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) menunjukan prevalensi anak di bawah lima tahun (balita) yang mengalami stunting di Provinsi Riau sebesar 22,3%., dan untuk kota Pekanbaru sendiri sudah diangka 11,4 % terendah di Provinsi Riau. 

“Walaupun Pekanbaru sudah jauh di bawah angka Nasional, tetap saja angka ini tetap harus kita pertahankan atau lebih diturunkan lagi, mengingat sumbangan angka Stunting kota Pekanbaru akan berdampak untuk rata rata prevalensi Stunting di Provinsi Riau,” ujar Silvi Selasa (25/10/2022).

Ia mengatakan melalui inovasi Cemara Stunting, adapun yang dibagikan kepada ibu hamil dan baduta beresiko stunting di wilayah kelurahan Air Putih adalah dalam bentuk Parsel yang isinya beras, telur, Susu Ibu Hamil, MPASI, biskuit bayi, tablet tambah darah, asam folat, sayur serta buah-buahan.

“Celengan yang diberi label “celengan peduli stunting” kami titipkan kepada masyarakat, tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk diedarkan kepada warga yang peduli, mampu dan mau berbagi menyisihkan uangnya. Tugas satgas Pesta lah yang menjemput dan mengumpulkan celengan yang dititipkan kepada masyarakat tersebut. Setiap bulan uang dalam celengan di bongkar dan kami belikan parsel tersebut,” cakap Silvi.

Dan pada hari ini pembongkaran Cemara Stunting dihadiri oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Riau, Mardalena Wati Yulia, Kepala Dinas Pengendalian penduduk dan KB Kota Pekanbaru , Muhammad Amin serta beberapa dinas instansi terkait.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Riau, Mardalena Wati Yulia menyampaikan saat ini sudah terbentuk 311 Kampung KB yang tersebar di 12 Kabupaten Kota di Provinsi Riau. Dari 311 Kampung KB, Kampung KB Tuah Madani adalah salah satu Kampung KB yang geliatnya sangat terasa. 

“BKKBN tugasnya tidak hanya mengurus masalah Keluarga Berencana saja, sesuai amanat UU nomor 52 tahun 2009 salah satu tugas BKKBN  adalah pengendalian penduduk yang dikemas dengan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana). Salah satunya adalah bagaimana mewujudkan pembangunan keluarga di kampung keluarga berkualitas,” terangnya.

Dengan keluarnya Inpres nomor 3 tahun 2022 tentang optimalisasi penyelenggaraan kampung KB pelaksanaan program di kampung KB tidak hanya tanggung jawab BKKBN dan Dinas Pengendalian Penduduk dan KB saja, tapi ada 13 kementrian yang harus bertanggungjawab.

“Semangat gotong royonglah yang diharapkan muncul dari kita bersama untuk mengeroyok Kampung KB, bersinergi dan berkolaborasi sehingga diharapkan lahir lah SDM SDM yang berkualitas,” ucapnya.

Mardalena sangat mengapresiasi sebesar besarnya kegiatan ini. 

“Saya masuk dalam grup wa Kampung KB Tuah madani ini, dan saya sangat mengetahui geliat kampung KB ini,” pungkasnya.(ani)

Baca Juga :