NETWORK : RakyatPos | ValoraNews | KupasOnline | TopSumbar | BanjarBaruKlik | TopOne | Kongkrit | SpiritSumbar | Basangek | MenaraInfo | Medikita | AcehPortal | MyCity | Newsroom | ReportasePapua | RedaksiPos | WartaSehat JetSeo

BKKBN Riau Kukuhkan Dandim 0321 Rohil Jadi Bapak Asuh

featured image

Kepala Perwakilan BKKBN Riau, berfoto bersama dengan Dandim 0321 usai pengukuhan bapak dan Bunda asuh.BAGAN SIAPIAPI, INHUPOST.COM – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) propinsi Riau mengukuhkan Dandim 0321 Rokan Hilir dan Ketua Persit KCK Cabang L XXVI sebagai Bapak Asuh dan Bunda Asuh Anak Stunting (BAAS). 

Pengukuhan yang berlangsung di Bagan Siapi-Api Rokan Hilir ini langsung dihadiri oleh Kepala Perwakilan BKKBN Riau, Dra. Mardalena Wati Yulia, Kamis (3/11). 

Dalam sambutannya, Mardalena mengatakan bahwa pengukuhan bapak dan bunda asuh ini sebagai upaya percepatan penurunan angka stunting di propinsi Riau, khususnya di Rokan Hilir. Permasalahan stunting tidak hanya bisa diatasi oleh pemerintah saja, tetapi seluruh lini sektor yang ada dan instansi terkait. Apalagi di Rohil masih tercatat 29,7 persen, dimana angka tersebut masih dikategorikan tinggi dibandingkan target secara nasional yakn 14 persen di tahun 2024 mendatang. 

Pemasangan selempang pengukuhan bapak dan bunda asuh Dandim 0321 Rohul dan Ketua Persit KCK Cabang L XXVI, Kamis (3/11) di Bagan Siapi-api. “Persoalan stunting pada anak bukan persoalan bangsa kita di masa sekarang saja ya, tapi lebih dari itu ini merupakan persoalan yang menyangkut masa depan di kemudian hari. Karena anak adalah generasi penerus dan merekalah masa depan kita,” ujarnya.  

Sementara itu, Konandan Kodim 0321/Rohil, Letkol Inf. M. Erfani, SH M.Tr (Han) usai dikukuhkan menghimbau kepada seluruh danramil yang berada di seluruh jajaran Kodim 0321/Rohil untuk memastikan percepatan penurunan stunting angka stunting sebagai prioritas di daerahnya. 

Foto bersama dengan keluarga beresiko stunting dilingkungan sekitar.Kemudian didukung dengan adanya sumber daya yang mencukupi dengan sinergitas bersama stakeholder dan Pemda setempat hingga tingkat keluarga yang dikategorikan rawan stunting. 

“Kita berharap program ini dapat berkesinambungan dan dilaksanakan di seluruh wilayah Rokan hilir sebagai salah satu langkah kontribusi langsung. Sedangkan untuk asuhan pendampingan terfokus pada pemberian komunikasi, informasi, dan edukasi kepada Keluarga yang memiliki risiko stunting,” ungkapnya. 

Selain itu ia juga mengatakan dengan adanya program ini selaku Dandim 0321/Rohil beserta istri sebagai Bapak/Bunda Asuh anak stunting berharap kabupaten Rokan hilir bisa terus menekan angka stunting hingga mencapai zero stunting. Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan pemberian tali kasih berupa makanan pokok/panganan bergizi kepada sejumlah keluarga yang memiliki balita berisiko stunting.(ani)