NETWORK : RakyatPos | ValoraNews | KupasOnline | TopSumbar | BanjarBaruKlik | TopOne | Kongkrit | SpiritSumbar | Basangek | MenaraInfo | Medikita | AcehPortal | MyCity | Newsroom | ReportasePapua | RedaksiPos | WartaSehat JetSeo

BKKBN Riau Kukuhkan Dandim 0301 dan Ketua Persit KCK Jadi Bapak dan Bunda Asuh Stunting

featured image

Kepala Perwakilan BKKBN Riau, Mardalena Wati Yulia bersama Kapolresta Pekanbaru, dan Kadis PUPR Pekanbaru saat acara pengukuhan Bapak dan Bunda Asuh Dandim 0301 Pekanbaru, Jumat (4/11) di Aula Markas Dandim 0301 Pekanbaru.PEKANBARU, INHUPOST.COM – Dandim 0301 dan Ketua Persit KCK Cabang L Kodim 0301 Pekanbaru secara resmi dikukuhkan sebagai bapak dan bunda asuh anak stunting. Pengukuhan ini langsung oleh Kepala Perwakilan BKKBN Riau, Dra. Mardalena Wati Yulia, M.Si, Jumat (4/11) di Aula Markas Dandim 0301 Pekanbaru. 

Prosesi pengukuhan tersebut juga turut disaksikan oleh Kapolresta Pekanbaru, Pria Budi, Kadis PUPR Pekanbaru, Indra Pomi, dan seluruh jajaran Dandim 0301 Pekanbaru. 

Dikatakan Mardalena bahwa pengukuhan ini sebagai tindak lanjut atas dikukuhkannya Kasad, Danrem 031 Wirabina dan juga Ketua Persit Kartika Candra Kirana Koorcab Rem 031 PD I/BB sebagai bapak dan bunda asuh bagi anak stunting. Ini merupakan amanah konstitusi yang telah digariskan dalam UUD 1945, yakni memberikan hak setiap individu untuk hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat.  

Penyerahan bantuan makanan bergizi oleh Kepala Perwakilan BKKBN Riau kepada keluarga beresiko stunting.”Saat ini, kita masih dihadapkan dengan kondisi anak-anak yang masih mengalami stunting. Tidak hanya pertumbuhan fisik yang terganggu, tapi bagi anak stunting akan menghambat perkembangan kognitif otak. Sehingga akan berdampak pada pertumbuhan anak dan juga menambah jumlah kemiskinan. Tidak itu saja, anak stunting juga akan rentan mendapatkan penyakit,”ujar Mardalena. 

Berlatar belakang dari itu, sesuai dengan program pemerintah yang telah dicanangkan oleh Bapak Presiden RI, bahwa ditargetkan penurunan angka stunting diangka 14 persen pada tahun 2024. Stunting tidak bisa diobati, tetapi bisa dicegah. Oleh sebab itu, tentunya dalam hal pencegahan dibutuhkan kerjasama semua pihak. 

“Program bapak asuh anak stunting (BAAS) dan Bunda Asuh Anak Stunting ini hadir sebagai platform yang berkontribusi dengan pemangku kepentingan. Dengan turut ambil bagian dalam percepatan penurunan stunting, yang langsung menyasar kepada keluarga beresiko stunting. Dimana program ini akan berlangsung selama enam bulan kedepan, dengan membantu memberikan makanan bergizi dan bernutrisi yang baik,”ungkapnya. 

Dandim 0301 Pekanbaru, saat menyerahkan makanan bergizi kepada keluarga beresiko stunting.Ia juga menambahkan stunting juga bisa dicegah melalui pemeriksaan kesehatan di 1.000 hari pertama bagi calon pengantin (Catin). Sejauh mana kesiapan catin dalam mengharungi kehidupan berumah tangga dan memiliki anak. 

“Jadi para catin sebelum memutuskan menikah, dilakukan pemeriksaan kesehatan atau skrening melalui aplikasi elsimil. Jika hasil pemeriksaannya, biru maka tidak termasuk dalam kategori stunting, tetapi jika merah, maka harus mendapatkan pendampingan,”tambahnya. 

Dalam kesempatan itu juga, Mardalena turut bersyukur karena di propinsi Riau, Kota Pekanbaru masih menjadi kota yang angka stuntingnya rendah yakni 11,4 persen. 

“Dari 12 kabupaten di Riau, kita bersyukur, kota Pekanbaru masih dibawah target nasional yakni 11,4 persen. Angka ini terendah dari 12 kabupaten di Riau. Meski demikian, kita tidak boleh lengah dan harus tetap waspada diperlukannya pengawasan bersama agar angka tersebut tidak bertambah, meski diakhir-akhir ini terjadi peningkatan kasus,”ungkapnya. 

Foto bersama keluarga beresiko stunting dilingkungan sekitarSementara itu, usai pengukuhan, Dandim 0301 Pekanbaru, Kol. Inf. Nur Rohman Zein menuturkan bahwa dirinya dan juga istri siap untuk mendukung program bapak dan bunda asuh stunting di kota Pekanbaru. Ia menghimbau kepada seluruh masyarakat, untuk ikut bersama-sama mencegah stunting dimulai dengan pola hidup sehat yakni tidak membuang sampah sembarangan, penanganan banjir dan pendampingan bahan pangan, dan pendampingan peternakan. 

Selain itu juga, Dandim juga telah mencanangkan dalam hal upaya percepatan penurunan stunting yakni Babinsa Masuk Dapur. Program ini tentunya diharapkan bisa diikuti oleh semua pihak, untuk membantu menurunkan angka stunting,”pungkasnya. 

Dalam kesempatan itu, juga turut dibagikan bantuan sembako dan makanan bergizi kepada keluarga beresiko stunting yang ada disekitar lingkungan markas Dandim 0301 Pekanbaru. (nie)