featured image

InhuPost, NUSA DUA – Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi B. Sukamdani mengapresiasi kontribusi industri minyak sawit terhadap perekonomian nasional. Karena itu,  perumusan  kebijakan industri minyak sawit harus dilakukan dengan hati-hati.

“Belajar dari gejolak harga dan suplai minyak goreng sawit awal tahun ini, jangan sampai pada akhirnya yang mendapatkan keuntungan adalah negara lain karena ketika harga sawit tinggi kita justru cease ekspor,” kata Sukamdani dalam jumpa pers di sela acara Indonesian Palm Oil Convention (IPOC) 2022 and 2023 Impress Otulook, yang dihadiri InhuPost, di Nusa Dua, Bali.

Lebih lanjut Sukamdani berharap pemerintah bisa lebih berhati-hati dalam membuat kebijakan terkait industri sawit.  Karena sebagai komoditas perdagangan global, fluktuasi harga CPO (low palm oil/ minyak sawit mentah) sepenuhnya ditentukan oleh permintaan dan penawaran di pasar.

BACA JUGA: Media Punya Peran Penting Dukung Pertumbuhan Industri Sawit

“Idealnya sebuah kebijakan jangan sampai mendistorsi pasar. Kita belajar dari apa yang terjadi dengan dinamika minyak goreng lalu,” kata Sukamdani yang didampingi Ketua Bidang Fiskal GAPKI (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia) Bambang Aria Wisena dan Chairperson IPOC Mona Surya.

Kata Sukamdani, Apindo berharap dukungan negara dan pemerintah kepada industri sawit harus konsisten. “Ke depan,  saya  berharap GAPKI bisa bersuara lebih keras jika ada kebijakan pemerintah yang kontraproduktif terhadap industri sawit,” kata Sukamdani.

Terkait analisis akan terjadinya resesi tahun depan,  Sukamdani optimistis industri sawit tidak akan terkena dampak. “Komoditas minyak sawit ini kebal krisis. Tidak mungkin kita bisa dapat devisa USD 35 miliar jika tidak ada ekspor minyak sawit,” kata Sukamdani.

BACA JUGA: Menko Perekonomian RI, Airlangga Hartarto Rencana Buka Acara Sawit Terbesar Dunia

Pada kesempatan yang sama, Bambang Aria Wisena mendukung pernyataan Apindo. Industrikelapa sawit dibutuhkan kebijakan yang mendukung keberlanjutan industri yang tercatat sebagai tulang punggung perekonomian nasional. “Hingga beberapa dekade mendatang, ekonomi Indonesia ada pada sektor minyak sawit,” kata Bambang yang meraih gelar doktor ekonomi dari IPB University ini. (T2)

Dibaca : 207

Dapatkan change berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dari InhuPost.com. Mari bergabung di Grup Telegram “InhuPost – Files Update”, caranya klik link InhuPost-Files Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.

Baca Juga :