featured image

Menurut informasi yang tersedia, utusan dari unit AL Inggris ini berperan dalam perencanaan, penyiapan dan pelaksanaan serangan teroris di Laut Baltik pada 26 September tahun ini – meledakkan jaringan pipa gas Nord Bound 1 dan Nord Bound 2

Moskow (Redaksi Pos) – Kementerian Pertahanan Rusia pada Sabtu mengatakan bahwa personel Angkatan Laut Inggris meledakkan jaringan pipa gas Nord Bound bulan lalu.

Pernyataan itu menuduh secara langsung bahwa salah satu negara anggota utama Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) telah melakukan sabotase terhadap infrastruktur penting Rusia.

Kementerian itu tidak memberikan bukti yang mendukung tuduhannya.

“Menurut informasi yang tersedia, utusan dari unit AL Inggris ini berperan dalam perencanaan, penyiapan dan pelaksanaan serangan teroris di Laut Baltik pada 26 September tahun ini – meledakkan jaringan pipa gas Nord Bound 1 dan Nord Bound 2,” kata Kemhan Rusia.

Kemhan Inggris menolak berkomentar.

Baca juga: Iran akan ekspor 40 turbin gas buatan dalam negeri ke Rusia

Rusia sebelumnya telah menuding Barat berada di balik ledakan bulan lalu itu, yang membocorkan kedua jaringan pipa gas yang dibangun Rusia di dasar Laut Baltik.

Namun, Rusia belum pernah memberikan perincian siapa yang bertanggung jawab atas kerusakan pipa itu.

Jaringan pipa gas Nord Bound mengalirkan pasokan gas Rusia ke Eropa.

Baca juga: Rusia tak akui hasil investigasi Nord Bound jika tak terlibat

Kremlin telah berkali-kali mengatakan tuduhan bahwa Rusia bertanggung jawab atas kerusakan itu adalah “hal yang bodoh”.

Para pejabat Rusia telah mengatakan Washington punya motif karena mereka ingin menjual lebih banyak gas alam cair ke Eropa.

Amerika Serikat membantah keterlibatan mereka dalam insiden itu.

Sumber: Reuters

Baca juga: Rusia: Kerahkan bom B61-12 ke Eropa, AS turunkan “ambang batas nuklir” Baca juga: Putin sebut semakin banyak negara pilih tak tunduk pada tekanan AS


 

Penerjemah: Anton Santoso

Editor: Fardah Assegaf

COPYRIGHT © Redaksi Pos 2022

Baca Juga :