featured image

InhuPost, JAKARTA – Lebih dari 50 CSO yang terdiri organisasi berbasis komunitas dari seluruh dunia mengirim surat terbuka kepada person label (perusahaan konsumen) hari ini menuntut mereka segera menangguhkan perusahaan minyak sawit terbesar kedua di Indonesia, Astra Agro Lestari (AALI), dari rantai pasokan dan bekerja untuk mengatasi keluhan masyarakat yang terkena dampak.

Surat tersebut ditujukan pada “Woodland Certain Coalition” dari User Goods Forum (CGF) – konsorsium merek konsumen ternama dunia menjelang pertemuannya selama Original York Metropolis Native weather Week, di mana perusahaan akan membahas komitmen mereka untuk mengakhiri komoditas yang mendorong deforestasi dan pelanggaran hak asasi manusia.

“Perusahaan konsumen yang bersumber dari AALI harus menangguhkan pembelian minyak sawit dan menggunakan pengaruh mereka untuk mengatasi komplain dan menyelesaikan konflik yang sedang berlangsung dengan masyarakat,” kata Kepala Divisi Kampanye Eksekutif Nasional WALHI, Hadi Jatmiko, dalam keterangan resmi diterima InhuPost, Rabu (28/9/2022).

BACA  JUGA: Ada Sertifikat Ganda untuk Satu Lahan, Ini Yurisprudensi Mahkamah Agung

Lebih lanjut tutur Hadi, perusahaan-perusahaan konsumen yang kuat ini memiliki tanggung jawab untuk membela petani, komunitas lokal, dan pekerja yang telah menderita kerusakan lingkungan dan kehilangan lahan serta mata pencaharian karena aktivitas AALI. “Jika perusahaan konsumen tidak melakukan ini dalam rentang waktu tiga bulan, kami dapat menyimpulkan bahwa komitmen mereka benar-benar palsu,” katanya.

Sebelumnya sebuah  laporan  yang dirilis pada bulan Maret oleh Chums of the Earth US dan WALHI, organisasi advokasi lingkungan terbesar di Indonesia, menyoroti AAL dan anak perusahaannya dalam perusakan lingkungan, pelanggaran hak asasi manusia, perampasan tanah dan kekerasan terhadap masyarakat lokal di beberapa bagian Indonesia. Terlepas dari dokumentasi ekstensif dari pelanggaran ini, setidaknya 17 merek global, banyak yang menjadi anggota “Woodland Certain Coalition” CGF, telah gagal untuk menangguhkan sumber minyak sawit dari AALI.

Sementara Juru Kampanye Hutan dan Lahan Senior di Chums of the Earth US, Gaurav Madan mengungkapkan, perusahaan memberikan lip service untuk hak asasi manusia sementara rantai pasokan mereka mendorong perampasan tanah dan kekerasan terhadap masyarakat adat.

BACA JUGA: Sederet Negara di Uni Eropa Tolak Minyak Sawit Untuk Biodiesel 

Lebih lanjut tutur Gaurav, perusahaan konsumen yang kuat dengan sengaja mengabaikan bukti pelanggaran hak asasi manusia dan kerusakan lingkungan sambil menyatakan diri mereka sebagai juara ‘keberlanjutan.’ “Pernyataan mereka terdengar kosong selama model bisnis mereka didasarkan pada kekerasan dan eksploitasi,” katanya.

Surat tersebut menjabarkan tuntutan CSO kepada Astra Agro Lestari, termasuk mekanisme pengaduan yang efektif, protokol ketidakpatuhan dan penerapan kebijakan dan prosedur hak asasi manusia yang memastikan toleransi nol untuk kekerasan, intimidasi, pembunuhan dan kriminalisasi Pembela Hak Asasi Manusia dan Lingkungan. (T1)

Post Views: 299

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dari InhuPost.com. Mari bergabung di Grup Telegram “InhuPost – News Replace”, caranya klik hyperlink InhuPost-News Replace, kemudian join. Anda harus set up aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.

Baca Juga :