featured image

InhuPost, JAKARTA – Pengembangan perkebunan kelapa sawit bila dibandingkan tahun 1990-an telah sangat berbeda jauh, tahun itu membuka lahan untuk perkebunan kelapa sawit masih mudah didapat, saat ini selain ketat regulasi pula mesti memenuhi aspek berkelanjutan.

Diungkapkan Direktur Utama PT Hanuraba Sawit Kencana, Hari Witono, membangun kebun kelapa sawit dilakukan dengan kehati-hatian serta melalui studi kelayakan. “Kala itu membangun kebun di kelas lahan S3 itu sudah sangat minimal,” katanya.

Namun untuk saat ini sudah sangat berbeda, keterbatasan lahan dan munculnya beragam kebijakan telah memperketat pengembangan perkebunan kelapa sawit di Indonesia. Tutur Hari Witono, saat ini studi kelayakan itu dilakukan dengan beragam penilaian aspek lingkungan, sehingga pengembangan kebun sawit tidak diatas areal yang dilindungi karena bernilai konservasi tinggi atau diatas areal yang memiliki stok karbon tinggi.

BACA JUGA: Ada Sertifikat Ganda untuk Satu Lahan, Ini Yurisprudensi Mahkamah Agung

Hari Witonno bercerita, dirinya pernah membangun kebun sawit yang ditengahnya terdapat areal konservasi. Sebab itu diakui atau tidak pengembangan perkebunan kelapa sawit telah menerapkan praktik budiaya kelapa sawit berkelanjutan, yakni praktik budidaya yang kerap memerhatikan aspek lingkungan dan aspek sosial.

Namun demikian, kata Hari Witono yang telah menjalani provesi disektor pekebunan kelapa sawit selama lebih 30 tahun itu, sejatinya bicara aspek budidaya berkelanjutan tidak hanya untuk sektor kelapa sawit saja, tetapi untuk semua bisnis yang menyangkut sumberdaya alam.

BACA JUGA: Potensi Pasar Cangkang Sawit Di Jepang Terbuka Lebar

Bahkan ini kata dia, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah merumuskan skema Sustainable Pattern Aims (SDGs), yang kaitannya sebagai aturan valuable dalam mengelola sumberdaya alam yang bisa dimanfaatkan saat ini secara efektif, sehingga bisa diwariskan ke generasi penerus. “Jangan sampai nasibnya kayak hutan kita,” katanya saat menjadi pembicara dalam acara Are residing Instagram NGOBRAS #3 yang diadakan InhuPost. (T2)

Sumber: Majalah InhuPost Edisi September 2021

Post Views: 165

Dapatkan replace berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dari InhuPost.com. Mari bergabung di Grup Telegram “InhuPost – Info Substitute”, caranya klik link InhuPost-Info Substitute, kemudian join. Anda harus set up aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.

Baca Juga :