NETWORK : RakyatPos | ValoraNews | KupasOnline | TopSumbar | BanjarBaruKlik | TopOne | Kongkrit | SpiritSumbar | Basangek | MenaraInfo | Medikita | AcehPortal | MyCity | Newsroom | ReportasePapua | RedaksiPos | WartaSehat JetSeo

Warga Sigi-Sulteng antusias ikuti simulasi evakuasi bencana banjir

featured image

simulasi ini sebagai peningkatan kapasitas untuk kesiapsiagaan hadapi bencana

Sigi, Sulawesi Tengah (Redaksi Pos) – Sebanyak 200 warga di Desa Pesaku, Kecamatan Dolo Barat, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, antusias mengikuti simulasi evakuasi bencana banjir, dalam rangka peningkatan kapasitas masyarakat untuk pengurangan risiko bencana.

“Simulasi ini sangat penting dilakukan, seiring dengan rentannya Sigi terhadap bencana banjir demi untuk pengurangan risiko bencana,” ucap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sigi Asrul Repadjori, di Sigi, Jumat.

Asrul mengatakan evakuasi mandiri bencana banjir terlaksana berkat kerja sama Redaksi Pos Pemkab Sigi dengan organisasi Swiss Cohesion, Caritas Switzerland, Kemensos, Pusaka Indonesia dan Imunitas, berlangsung di Desa Pesaku, Kecamatan Dolo Barat, Jumat.

Asrul meminta kepada Kelompok Siaga Bencana (KSB) di semua desa di Kecamatan Dolo Barat agar rutin melaksanakan simulasi di tingkat desa, sehingga warga semakin terlatih, dengan harapan ketika bencana alam banjir bandang terjadi, maka tidak memberikan dampak yang besar utamanya terkait keselamatan jiwa.

“KSB harus bisa melakukan simulasi kecil di tingkat desa. Jangan hanya karena ada Caritas Switzerland, dan Yayasan Pusaka Indonesia serta Swiss Cohesion, baru kegiatan seperti ini bisa dilaksanakan. Diharapkan, kegiatan ini terus dilaksanakan secara berkelanjutan di tingkat desa,” ungkapnya.

Baca juga: Menanamkan kesiagaan sejak dini melalui simulasi gempa

Baca juga: Basarnas uji kesiapan unsur SAR Palu hadapi dampak bencana alam

Caritas Switzerland menggandeng Pemkab Sigi, Kemensos, Swiss Cohesion dan Yayasan Pusaka Indonesia melaksanakan program ketahanan risiko bencana di Sigi sejak Oktober 2020 dan berakhir pada September 2022.

Dalam rentan waktu tersebut, KSB/forum pengurangan risiko bencana di 24 desa di Kecamatan Dolo Barat dan Dolo Selatan berhasil dibentuk, diikutkan dengan pelatihan dasar pengurangan risiko bencana di 24 desa melibatkan 692 laki – laki dan 311 perempuan.

Caritas juga memfasilitasi pembentukan kajian risiko bencana, pembuatan peta risiko bencana, penyusunan rencana aksi, pembuatan sistem peringatan dini banjir, perencanaan evakuasi, perencanaan kontigensi, peningkatan kapasitas organisasi desa dan terakhir simulasi evakuasi mandiri di tingkat Kecamatan Dolo dan Dolo Selatan yang melibatkan KSB dan warga berlangsung di Pesaku.

Baca juga: Pejabat tinggi PBB ikut simulasi kesiapsiagaan tsunami siswa SD Bali

Pewarta: Muhammad Hajiji

Editor: Budhi Santoso

COPYRIGHT © Redaksi Pos 2022