featured image

InhuPost, JAKARTA – Sebagai produsen terbesar minyak sawit mentah (CPO) dunia, Indonesia memiliki keunggulan besar dari perkebunan kelapa sawit yang tersebar di seluruh Indonesia. Keberadaan perkebunan kelapa sawit nasional yang mencapai 16 juta hektar lebih, juga membutuhkan keberpihakan Pemerintah Indonesia, guna memperkuat daya saing bisnis minyak nabati dunia.

Hiruk pikuk persoalan mahalnya minyak goreng beberapa waktu lalu, sempat membuat porak poranda bisnis minyak sawit dunia. LRedaksi Posn, CPO yang diproduksi Indonesia menjadi pasokan utama bagi pasar dunia yang membutuhkan minyak nabati. LRedaksi Posn mengalami pelarangan ekspor, maka konsumen world kesulitan mendapatkan pasokan CPO dari Indonesia.

Paska pemberian izin kembali ekspor CPO dan produk turunannya, regulasi Pemerintah Indonesia juga memberikan kewajiban kepada para eksportir untuk menyuplai kebutuhan pasar melalui Domestic Market Duty (DMO) dengan harga yang sudah ditetapkan melalui Domestic Payment Duty (DPO) yang menyaratkan kepada dunia akan pentingnya keberadaan minyak sawit di Indonesia.

BACA JUGA: Kontribusi Sawit: Menjaga Terjadinya Inflasi Ekonomi Dunia

Minyak sawit yang diolah menjadi minyak goreng sawit di pasar domestik, sempat mengalami eskalasi kenaikan harga tinggi hingga Rp. 25.000/liter akibat harga jual CPO yang melambung tinggi di pasar dunia. Keberadaan minyak goreng sawit sebagai salah satu dari kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako), sempat menyebabkan pula naiknya inflasi nasional.

Presiden Jokowi juga mengeluarkan instruksi untuk menjamin keberadaan minyak goreng sawit bagi seluruh rakyat Indonesia dengan penyediaan minyak goreng curah dengan harga terjangkau sebesar Rp.14.000/liter. Ketersediaan minyak goreng sawit curah bagi seluruh rakyat Indonesia, memperoleh bahan baku yang berasal dari keberadaan DMO.

Kendati sempat mengalami gonjang ganjing ketidakpastian harga pasar, namun secara per lahan, keberadaan minyak goreng sawit telah mampu menyuplai sebagian besar masyarakat Indonesia dengan harga terjangkau. Terlebih, melalui Kementerian Perdagangan RI, diluncurkan program minyak kemasan dengan merk minyakita dengan harga terjangkau pula.

BACA  JUGA: Perpanjangan Penghentian Pungutan Ekspor, Bantu Kerek Harga TBS Sawit

Berbagai beleid yang mengatur perizinan ekspor ini, juga memberikan sinyal kuat akan produk CPO dan turunannya yang berorientasi pasar ekspor. Akibatnya, CPO dan produk turunannya tak lagi mudah untuk dijual ke pasar ekspor. Alhasil, keberadaan stok minyak sawit nasional melambung tinggi mencapai lebih dari 7 juta ton pada periode Juni 2022.

Post Views: 4,235

Pages: 1 2

Dapatkan replace berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dari InhuPost.com. Mari bergabung di Grup Telegram “InhuPost – Info Update”, caranya klik link InhuPost-Info Update, kemudian join. Anda harus set up aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.

Baca Juga :