NETWORK : RakyatPos | ValoraNews | KupasOnline | TopSumbar | BanjarBaruKlik | TopOne | Kongkrit | SpiritSumbar | Basangek | MenaraInfo | Medikita | AcehPortal | MyCity | Newsroom | ReportasePapua | RedaksiPos | WartaSehat JetSeo

Petani Sawit Keluhkan Pembatasan Pembelian Buah Sawit PT PHS Di Sekadau

featured image

InhuPost KALIMNATAN,  SEKADAU – Diungkapkan petani sawit anggota Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) Sekadau, Albertus Wawan, sudah dua bulan ini PT PHS (MPE Grou) melakukan pembatasan pembelian Tandan Buah Segar (TBS) Sawit Petani tanpa alasan yang jelas.

Padahal kata Albertus, untuk kelompok tani yang tidak bemitra (CV agen) pembelian TBS Sawit nya lancer tanpa kendala. “Petani pada mengeluh sebab kalau jual ke CV harga TBS Sawitnya jadi murah,” tutur Albertus dalam layanan Whatsapp kepada InhuPost, Rabu (7/9/2022).

Lebih lanjut tutur Albertus, kejadian ini telah menunjukkan diskriminasi perusahaan terhadap petani sawit. “Pintar cari untung, kalau penerimaan TBS sawit dari  kelembagaan tani di batasi sehingga kelompok tani beralih jual ke CV, agen atau tengkulak. perusahaan kan gede untungnya sudah menyimpang dari regulasi Permentan dan Pergub,” katanya.

BACA JUGA: Survei PPKS, Petani Sawit Masih Terjebak Gunakan Bibit Sawit tak Bersertifikat Alias Palsu

Albertus pun mengkalkulasi penerimaan TBS sawit perhari TBS kelompok tani hanya bisa masuk 5 unit (30 ton) sedangkan plasma 30 unit (180 ton) ini kebijakan untuk keseluruhan TBS sawit yang masuk ke PT.PHS. “sedangkan TBS non kemitraan (CV) bebas,” tandas dia. (T2)

Artikel ini telah tayang di InhuPost Kalimantan dengan judul © PT PHS Lakukan Pembatasan Pembelian TBS Sawit, Petani Minta Kejelasan

Put up Views: 87

Dapatkan replace berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dari InhuPost.com. Mari bergabung di Grup Telegram “InhuPost – Recordsdata Change”, caranya klik hyperlink InhuPost-Recordsdata Change, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.