featured image

InhuPost, JAKARTA – Ditengah berbagai gelombang yang dihadapi perkebunan nasional dan isu hangat terkait masalah integritasi dari aparatur sipil negara, Gamal Institute kembali memberikan memberikan Gamal Award kepada pemerintah dan aparatur sipil. Adapun tema yang diusung “Saatnya Pemerintah dan Aparatur Perkebunan Menjadi Katalisator Pengembangan Perkebunan” pada  Rabu, (28/9/2022) lalu.

Selaku founder Gamal Institute, Gamal Nasir menyampaikan dalam sambutannya, pemberian Gamal Award bertujuan untuk menunjukkan bahwa masih banyak aparatur sipil negara yang memiliki visi, integritas dan memiliki spirit melayani masyarakat, sehingga berkontribusi terhadap kemajuan di bidang perkebunan.  Sehingga memberikan jawaban ditengah tumbuhnya generalisasi persepsi negatif terhadap aparatus sipil negara. Di sisi lain, diharapkan keberadaan tokoh-tokoh penerima penghargaan dapat menjadi inspirasi bagi aparatus sipil lainnya.

Untuk pemerintah daerah, Gamal Institute memberikan Gamal Award kepada Kabupaten Meranti, Riau dan Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara. Kabupaten Meranti mendapatkan penghargaan dengan kategori Pemerintah Daerah sebagai Pemerintah Daerah Sukses Mengembangkan Perkebunan Sagu Bernilai Tambah karena sukses mengembangkan sagu, komoditas yang indentik dengan Indonesia bagian Timur. Saat ini kabupaten ini sudah mampu memproduksi sagu sebanyak   676 ton/hari. Ketersediaan bahan baku ini telah menciptakan industri pengolahan yang menciptakan perputaran uang yang cukup besar di Kabupaten ini. Tercatat terdapat  360 Produk olahan dari kabupaten ini dan dihasilkan sekitar 70  Perusahaan.

BACA JUGA: Dari Jamur Sawit, Pendapatan Warga Nagari Talao Meningkat

Kabupaten Kolaka Utara mendapatkan penghargaan dengan kategori Pemerintah Daerah Kolaka Utara sebagai Pemerintah Daerah Sukses Mengembangkan Kakao Bernilai Tambah, karena dianggap konsisten dalam mengembangan kakao, ditengah tingginya laju konversi  komoditas bahan baku cokelat kepada tanaman lain. Sejak tahun 2018 7,900.000 batang bibit dibagikan dan mencanangkan program revitalisasi kakao 43.000 ha. Selin itu pembinaan petani dilakukan secara konsisten melalui Lembaga Ekonomi Masyarakat Sejahtera dan Pengembangan Koperasi. Saat ini petani kakao asal Kolaka Utara sukses menembus pasar Jepang sebagai biji kakao top rate

Sementara untuk kategori aparatur sipil, Gamal Institute memberikan penghargaan kepada Prof. Novarianto Hengky,untuk kategori sebagai Penggagas, Pemulia dan Penghasil Varietas kelapa katalisator pengembangan perkebunan  karena memiliki peran dalam pelepasan varietas unggul  kelapa. Setidaknya tercatat lebih dari 10 varietas kelapa yang telah beliau lepaskan bersama tim peneliti Balitpalma dan sekitar 20 varietas untuk kelapa, aren, pinang dan palma lainnya . Puncaknya pencapaiannya sebagai pemulia Hengniu ini yang melalui kerjasama dengan swasta tahun 2023 sudah mulai berproduksi, yang merupakan lompatan dalam industri perbenihan kelapa.

Gamal Institute memberikan penghargaan kepada Dra. Endang Hadipoentyanti, MS, untuk kategori Penggagas, Penghasil Varietas atsiri dan vanili, katalisator pengembangan perkebunan yang pernah menjadi peneliti di Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat dan saat ini berkiprah di Badan Riset dan Inovasi Nasional Pelaku. Pemulia ini memiliki peran penting dalam varietas unggul  vanili, maupun atsiri yang saat ini telah digunakan secara luas dalam pengembangan. Sebut saja, sitrona 1, vania 1, vania 2,  dan baru saja juga dilepas vanili dengan kadar vanili yang fantastik dan tahan penyakit busuk batang yakni Sovania Agribun. Setidaknya ada 12 varietas yang dilepas oleh pemulia ini, dan jutaan benih varietas tersebut sudah digunakan secara luas oleh masyarakat dan menciptakan bisnis benilai milyaran rupiah.

BACA JUGA: Awas Benih Sawit Palsu (tak Bersertifikat) Masih Beredar

Untuk aparatur yang berasal dari Dinas Gamal Institute memberikan penghargaan kepada Ir, Nurdan dengan kategori Penggagas dan ininsiator pengembangan kebun sumber benih. Selama sebagai kelapa Balai Balai Pengawasan dan Pengujian Mutu Benih (BP2MB) Provinsi Sumatera Barat, memiliki peran dibalik terbangunnya sejumlah kebun sumber benih tanaman perkebunan. Sementara di provinsi lain realisasi pembangunan kebun sumber benih tidak mencapai 10 persen. Tidak heran hampir seluruh sumber benih komoditas unggulan perkebunan bisa dijumpai di Provinsi Ranah Minang in, seperti kebun induk kakao, gambir, sereh wangi, kelapa, pinang, kebun entres kopi, kakao, kebun sumber benih tembakau. Keberadaan kebun sumber benih tersebut berkontribusi pada peningkatan akses bagi masyarakat mendapatkan bibit unggul. (T2)

Post Views: 105

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dari InhuPost.com. Mari bergabung di Grup Telegram “InhuPost – News Update”, caranya klik hyperlink InhuPost-News Update, kemudian be half of. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.

Baca Juga :