featured image

PEKANBARU, INHUPOST.COM – Untuk mencari duta Pegadaian dalam memberikan edukasi dan sosialiasi terkait seluruh produk layanan, PT Pegadaian Kanwil II Pekanbaru menjalin kerjasama dengan Universitas Riau. Kerjasama tersebut tertuang dalam penandatangan Memordanum Of Understanding (MoU) yang ditandantangani Redaksi Pos PT Pegadaian Kanwil II Pekanbaru dan Universitas Riau, Kamis (15/9) di Gedung Rektorat Kampus Binawidya Pekanbaru. 

Penandatangan langsung dilakukan oleh Pimpinan Wilayah PT Pegadaian Kanwil II Pekanbaru, Maryono dengan Wakil Rektor III Universitas Riau, Prof Iwantono. Adapun point dalam penandatangan tersebut adalah mencari mahasiswa berbakat sebagai duta dari Pegadaian di lingkungan mahasiswa, sekaligus sebagai upaya dalam mencegah adanya investasi bodong. 

“Kegiatan yang dikemas dalam Goes to Kampus ini, adalah dalam rangka membangun soft skill untuk bersaing didunia kerja dan Enterpreneurship. Dimana mereka bisa mendapatkan saat melakukan magang di Pegadaian. Sehingga bisa menjadi Enterpreneurship dengan memasarkan produk-produk Pegadaian nantinya,”ucap Maryono usai menandatangani MoU. 

Maryono yang juga turut menjadi keynote speaker dalam acara kuliah umum, diacara yang bersamaan juga menjelaskan bahwa diusia Pegadaian yang ke 122 tahun, Pegadaian sudah banyak melahirkan berbagai produk dan juga berbagai prestasi dalam pencapaian kinerja. Tentunya, diharapkan kedepan bisa menjadi lembaga pilihan masyarakat dan bagian dari inklusi keuangan. 

Apalagi setelah bergabung dalam holding ultra mikro bersama PMN dan BRI, maka Pegadaian tahu betul dan mengharapkan agar mahasiswa menjadi corong untuk menyosialisasikan berbagai produk Pegadaian kepada masyarakat,” jelasnya.

Selama usia Pegadaian, ditambahkannya, sudah banyak alumni Unri yang menjadi bahagian dari Pegadaian, maka pihaknya berharap lulusan terbaik dari Unri bisa ikut serta dalam memajukan Pegadaian.

“Diharapkan mahasiswa Unri jadi corong informasi dalam rangka misi sosial, Pegadaian sangat membutuhkan peran serta mahasiswa. Selain itu, bagi mahasiswa yang memiliki uang berlebih bisa berinvestasi di Pegadaian, karena Pegadaian tifak hanya sebagai tempat menggadai saja. Tetapi juga bisa sebagai tempat berinvestasi, salah satunya dengan menabung emas di Pegadaian. 

Selain itu, Pegadaian sudah sudah memiliki produk berbasis milenial, sehingga bisa membantu mahasiswa untuk meningkatkan literasi masyarakat,  khususnya mahasiswa tidak terjebak dengan investasi bodong.

“Kita tahu mahasiswa adalah nasabah milenial. Kita yakin banyak dari adik-adik sudah terlibat dengan dunia investasi. Oleh sebab itu, sebagai generasi milenial bisa menjadi agen dan pastinya akan bijak dalam memilih produk investasi, yang tidak bodong, aman dan terjamin,”jelas Maryono. 

Sementara itu, Prof Iwantono mengatakan kerjasama ini merupakan lanjutan, karena sebelumnya sudah pernah terjalin kerjasama antar kedua belah pihak.  ia juga mengucapkan terimakasih karena Pegadaian memberikan sumbangsih yang besar bagi Unri, terutama bagi mahasiswa.

“Kuliah umum yang dilaksanakan Pegadaian juga menjadi penting. Cukup banyak produk Pegadaian, tetapi mungkin belum banyak yang tahu. Karena tidak hanya sekedar untuk gadai saja, tetapi banyak layanan dan produk yang dilahirkan Pegadaian” urainya.

“Selain ke kampus, diharapkan pula Pegadaian bisa hadir di tenfah desa. Dengan turun ke lapangan ke tengah masyarakat di desa. Apalagi, saat ini banyak desa di Riau yang menjadi sentra perputaran uang, terutama desa yang menjadi penghasil kelapa sawit, maka dengan sentuhan Pegadaian, perekonomian di desa semakin meningkat,” tutupnya. (pr1)

Editor: Eberta Malik

Baca Juga :